Sukai Facebook Kami
Ikuti Twitter Kami

Artikel Aktual

Keluarga Korea Waker Damai dengan Keluarga Korban Pembunuhan

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014 | pukul 13.27 WIT

Keluarga Korea Waker Damai dengan Keluarga Korban Pembunuhan


Keluarga Korea Waker Damai dengan Keluarga Korban Pembunuhan

Posted: 22 Aug 2014 07:22 PM PDT

TIMIKA (MIMIKA) - Para tokoh masyarakat bersama keluarga korban Korea Waker, Yoris Timang dan Otto Asso yang disebut pihak pertama membuat kesepakatan damai dengan pihak keluarga korban Mansur, Muh. Agung Kelkulat, Indra, Arfi Duran, Markus Naraha, Melfin Lalaar serta korban luka-luka antara lain Saiful Anwar, Sarno dam Ardi Armando yang disebut pihak kedua.

Kesepakatan damai ini dilaksanakan di Pendopo Negara, Kamis (21/08/2014) difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, disaksikan Bupati Mimika, Ausilius You, SPd, MM, Danrem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Supartodi, Dandim1710Mimika, Letkol Inf Raffles Manurung SIP, Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini, SIK, perwakilan dari DPRD Mimika serta tim dari Polda Papua. Hadir dalam kegiatan ini, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, keluarga korban, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta beberapa perwakilan masyarakat.

Dalam kesepakatan damai tersebut, pihak pertama dan pihak kedua sepakat untuk mengakhiri pertikaian di Kabupaten Mimika yang terjadi sejak Senin, (11/8) yang mengakibatkan korban jiwa dan korban luka pada kedua belah pihak. Kedua belah pihak juga sepakat, bila sejak ditandatanganinya kesepakatan ini, masih ada yang melakukan tindakan melawan hukum dengan melakukan penganiayaan dan pembunuhan maka akan diambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk menyerahkan permasalahan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan korban luka kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Apabila dikemudian hari masih terjadi konflik, maka pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.

Pihak pertama yang menandatagani kesepakatan ini adalah, Ganditer Waker, Melki Timang dan Julian Asso. Sedangkan pihak kedua yang menandatangani kesepakatan ini yakni Samsudin, Ramli Boiratan, Muh. Amin Gusra, Yulita Kaidel dan Karel Waung Wotuk.

Bupati Mimika, Ausilius You, dalam kesempatan itu meminta kepada seluruh pihak agar mematuhi kesepakatatan yang telah dibuat. Bupati berharap setelah ini tidak ada lagi konflik dan masyarakat kembali hidup damai. Bupati juga meminta kepada semua tokoh yang hadir agar menyampaikan kesepakatan damai ini kepada seluruh masyarakat yang belum mengetahui hal ini.

Selain itu, Bupati meminta kepada para ketua kerukunan dan tokoh masyarakat tetap menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kesepakatan damai ini harus ditindaklanjuti secara maksimal agar masyarakat selalu hidup bersaudara dan tetap menjaga kekeluargaan.

Danrem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Supartodi meminta kepada semua pihak agar tetap menjaga persaudaraan serta bersatu untuk membangun Mimika demi kejayaan seluruh masyarakat. Masyarakat Mimika memang hidup dalam berbagai perbedaan, namun perbedaan harus menjadi momentum untuk bersatu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

"Marti kita hidup bersama-sama, saling bergandengan tangan serta bahu membahu untuk menciptakan hidup secara damai guna meningkatkan kesejahteraan. Kesepakatan ini harus dipedomani dengan penuh rasa tanggung jawab. Hidup ini hanya sementara sehingga harus tetap menjaga perdamaian," kata Danrem.

Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini, SIK mengatakan konflik di Mimika harus segera diakhiri. Tugas Polri adalah menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat. Namun Kapolres mengakui ada keterbatasan dari polisi dalam mencegah terjadinya konflik di Mimika. Hal ini terjadi karena jumlah aparat kepolisian tidak sebanding dengan jumlah masyarakat.

"Kita harapkan semua pihak menjaga situasi ini agar tetap kondusif. Kepolisian akan terus mengusut para pelaku pembunuhan dan ditindak sesuiai hukum yang berlaku," tegas Kapolres.

Acara kesepakatan damai ini ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan damai dari pihak pertama dan pihak kedua. Setelah itu dilanjutkan dengan foto bersama antara tokoh masyarakat, keluarga korban dengan Bupati Mimika, Ausilius You dan unsur Muspida serta Muspida plus. [HarianPapua]

5 Orang Jadi Korban Pembunuhan di Timika

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Rabu, 13 Agustus 2014 | pukul 13.44 WIT

5 Orang Jadi Korban Pembunuhan di Timika


5 Orang Jadi Korban Pembunuhan di Timika

Posted: 13 Aug 2014 09:47 AM PDT

TIMIKA (MIMIKA) - Lima orang korban pembunuhan oleh sekelompok warga pascapenganiayaan Kepala Suku Dani, Korea Waker, siang tadi sudah dimakamkan pihak keluarga.

Pascapenguburan almarhum Muhammad Agung, salah satu korban penganiayaan oleh kelompok warga yang diduga Suku dari Pegunugan Tengah, sekelompok orang bersenjatakan busur panah, parang dan tombak menyerang kompleks pemukiman warga di sekitar kawasan Gorong-gorong hingga Jalan Sosial Kelurahan Kwamki Baru, Rabu (13/08/2014).

Aparat gabungan Polres Mimika, Brimob Detasemen A dan B Polda Papua, dibantu TNI tampak berkali-kali melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kelompok massa penyerang.

Buntut dari penyerangan itu, satu warga Jalur 3 Kampung Timika Jaya-SP2 dilaporkan meninggal dunia dan korban lainnya seorang tukang ojek dilaporkan meninggal dunia di Jalan Ale-Ale Kampung Karang Senang-SP3.

Sementara itu, satu keluarga yang bermukim di Gorong-gorong Timika meminta perlindungan ke Polsek Mimika Baru. Mereka dievakuasi ke Polsek Mimika Baru dengan menggunakan sebuah mobil ambulans. Korban luka bertambah satu orang yakni Linus Waitapo yang terkena panah pada bagian kakinya.

Hingga Rabu petang, aparat gabungan Polri dan TNI terus melakukan patroli ke semua titik yang dianggap rawan di Kota Timika dan sekitarnya.

"Patroli gabungan akan kami tingkatkan mobilitasnya termasuk penempatan personel di titik-titik yang ditentukan sampai situasi benar-benar pulih dan terkendali," kata Wakapolda Papua Brigjen Polisi Paulus Waterpauw.

Untuk meredam aksi balasan dari keluarga korban, Paulus Waterpauw bersama jajaran Muspida Mimika menemui para kepala suku dan tokoh masyarakat di Timika.

Pihak kepolisian merencanakan untuk mengumpulkan para tokoh dari berbagai suku di Kota Timika untuk melakukan rekonsiliasi atas berbagai kasus pembunuhan yang terjadi sejak meninggalnya almarhum Korea Waker. [Antara]

Sekilas Tentang Kepulauan Wayag, Icon Raja Ampat

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 02 Agustus 2014 | pukul 13.27 WIT

Sekilas Tentang Kepulauan Wayag, Icon Raja Ampat


Sekilas Tentang Kepulauan Wayag, Icon Raja Ampat

Posted: 02 Aug 2014 08:43 AM PDT

JAKATA - Papua Barat terkenal akan wisata bahari. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Raja Ampat. Bahkan Raja Ampat lebih dulu dikenal di kalangan wisatawan mancanegara dan merupakan tempat wisata idaman mereka. Letak Kabupaten Raja Ampat terpencil. Namun, kawasan ini menyimpan sejuta keindahan alam, terutama bawah lautnya.

Bahkan, wisata bahari Raja Ampat dikenal turis mancanegara sebagai salah satu dari sepuluh tempat menyelam terbaik di dunia. Keindahan alam ini jelas menjadi andalah Kabupaten Raja Ampat, yang mampu menembus persaingan dunia pariwisata internasional. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya Pulau Misool, Salawati, Batanta, Waigeo termasuk pulau besar dan hanya 35 pulau yang berpenghuni.

Bahkan, konon hanya 400 pulau yang baru dieksplorasi. Selebihnya, pulau-pulau itu masih perawan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Raja Ampat adalah bulan Agustus hingga Februari. Saat itu cuaca di sana sangat bagus dan angin tidak terlalu kencang.

Sinyal HP masih agak susah di Raja Ampat karena memang kepulauan yang luas di Raja Ampat sehingga banyak sekali blank spot, di antara banyak operator selular yang masih lumayan ada sinyal adalah Telkomsel.

Di antara semua Pulau di Raja Ampat yang paling terkenal dan menjadi ikon di Raja Ampat adalah Kepulauan Wayag. Ya kumpulan bukit dan gunung karst yang berada di tengah laut inilah yang menjadi ikon Raja Ampat. Karena keindahannya dan hanya ada di Raja Ampat tidak salah jika Wayag menjadi destinasi utama para wisatawan untuk pergi ke Raja Ampat.

Menuju Raja Ampat
Untuk menuju Raja Ampat, kita harus melalui Sorong di Papua Barat. Sampai saat ini penerbangan langsung ke Raja Ampat memang belum ada karena bandara di sana sedang dalam proses pembangunan. Jika ingin mengunjungi Raja Ampat, rajin-rajinlah membuka website maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta–Sorong, seperti Wings Air, dan Express Air.
Kepulauan Wayag di Raja Ampat

Sebaiknya hindari musim libur jika ingin berkunjung ke sana. Harga tiket promo penerbangan sekitar Rp 3.000.000 sekali jalan. Dan, saat musim liburan, tiket pulang pergi Jakarta – Sorong bisa mencapai Rp 5.000.000 hingga Rp 6.000.000.
Setelah tiba di Bandara Eduard Sorong, kita harus berjalan sedikit keluar bandara. Tidak jauh dari bandara, kita akan menjumpai jalan besar menuju Sorong dan pelabuhan. Dari sana carilah angkutan kota berwarna kuning yang menuju Pelabuhan Sorong. Atau, jika ragu, bertanyalah kepada sopir apakah angkutan tersebut menuju pelabuhan. Ongkosnya sekitar Rp 3.000, tetapi turis umumnya dikenakan tarif Rp 5.000.

Sesampainya di Pelabuhan Sorong, kita bisa naik feri cepat ke kota Waisai, Raja Ampat. Harga tiketnya Rp 150.000 per orang. Alternatif lainnya adalah naik speedboat dan kapal rakyat dengan ongkos Rp 120.000 per orang. Waktu tempuh kedua kapal ini sekitar 2 jam. Umumnya feri cepat berangkat pukul 12.00 dan 13.00. Sedangkan kapal rakyat berangkat pukul 14.00. Jadi agar tiba di Sorong sebelum pukul 12.00, kita harus mengambil  penerbangan pertama ke Sorong.

Agar perjalanan tidak menguras biaya, kita sebaiknya pergi berombongan, minimal 8 orang. Dengan begitu biaya sewa kapal akan menjadi lebih murah. Di sini kita tidak membutuhkan sewa mobil, tetapi sewa kapal yang cukup mahal. sewa kapal bermotor mahal di Papua ini dikarenakan langkanya pasokan harga BBM dan kadang harganya selalu berubah.

Ada 2 jenis kapal yang digunakan untuk berkeliling di kepulauan Raja Ampat, kapal nelayan bermotor dan speedboat. Sewa kapal nelayan bermotor yang berkapasitas 2 hingga 3 orang sebesar Rp 1.300.000 hingga Rp 1.500.000 per hari. Tarif kapal speedboat yang berkapasitas 8 hingga 10 orang sebesar Rp 3.500.000 hingga Rp 4.000.000 per hari (sudah termasuk bahan bakar). Tarif sewa kapal ini bergantung harga bahan bakar saat itu di Waisai.
Foto bersama di kepulauan Wayag di Raja Ampat

Biaya ke Raja Ampat ini memang cukup mahal. Bujet yang harus disiapkan sekitar Rp 8.000.000 hingga Rp 12.000.000 per orang. Ingatlah bahwa di Papua semua serba mahal. Jadi jika salah perhitungan dan bujet yang dibawa kurang, kita tentu akan kesulitan selama di sana.

Di Waisai sarana transportasi, akomodasi, dan sebagainya sangat tidak memadahi dan cenderung mahal. Kita pun harus pintar-pintar menawar dan aktif bertanya. Kecenderungan untuk tertipu dan mendapat harga mahal sangatlah besar.

Tempat Makan
Pilihan kuliner di Raja Ampat tidak banyak. Raja Ampat terkenal akan seafood-nya. Namun, warung makan padang dan coto makassar juga bisa kita jumpai, meskipun harganya bisa dua kali Jakarta. Makan mewah memang tersedia di resor-resor, tetapi harganya sangat mahal dan tidak disarankan.

Salah satu makanan khas Papua adalah sagu dan ulat sagu bakar. Favorit saya adalah ulat sagu bakar. Ulat sagu yang diambil dari pohon sagu dibakar matang. Rasanya sangat gurih dan renyah. Selain itu juga ada juga sup kepompong dan bika (kerang) yang berukuran sangat besar. Sayangnya, makanan khas ini tidak diperjualbelikan secara umum. Kita bisa mencicipinya saat festival budaya berlangsung.

Pulau Wayag
Wayag adalah Ikon Raja Ampat, yang datang ke Raja Ampat haruslah mengunjungi destinasi ini. Wayag merupakan pulau terjauh dari Raja Ampat. Oleh karena itu, untuk tiba di tempat ini, diperlukan enam hingga tujuh jam perjalanan dengan speedboat dan harus berangkat pada malam atau subuh. Atau kalau kita ingin mendapatkan banyak momen sebaiknya kita menginap di sekitar area Wayag, ada International Conservation di sini. Kita bisa meminta tolong bantuan mereka untuk mengantar kita berkeliling dan menaiki puncak bukit karst di Wayag.

Pulau berbukit ini berpasir putih dan dikelilingi pulau-pulau kecil lainnya. Untuk mendapatkan foto atau pemandangan yang indah, kita harus menuju puncak bukit yang bisa ditempuh selama satu hingga 2 jam mendaki di karang keras. Dari puncak bukit ini, kita bisa melihat seluruh pemandangan Raja Ampat.
Kepulauan Wayag di Raja Ampat

Perlu diingat untuk menaiki bukit karang dan karst di Wayag sebaiknya memakai sepatu, atau minimal sendal gunung yang ada tali belakangnya. Pasalnya, karst di sini sangat tajam dan berbahaya, selain itu bawalah barang seperlunya saja, jika tidak mampu membawa sebaiknya meminta tolong kru kapal atau guide untuk bisa membawakan barang kita.
Tips memotret di Raja Ampat
1. Alam yang indah di Raja Ampat semua orang bisa memotret bagus, memakai Smartphone saja hasilnya sudah sangat bagus. Yang perlu diperhatikan di sini adalah sebaiknya kita membawa memory card cadangan dan baterai, karena akses listrik yang susah kita akan kesulitan men-charge kamera.

2. Bawalah lensa range 7 mm sampai 12mm untuk memotret landscape karena Raja Ampat merupakan surganya landscape. Lensa wide wajib dibawa di sini.

3. Bawalah tripod karena kita akan banyak menemukan sunrise dan sunset bagus di sini.

Pastor John Djonga Nilai KKR Benny Hinn Lecehkan Hamba Tuhan

Posted: 02 Aug 2014 07:34 AM PDT

KOTA JAYAPURA - Pastor John Djonga, Pegiat HAM sekaligus hamba Tuhan di Tanah Papua, menilai Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilakukan di Papua beberapa waktu terakhir dengan mendatangkan pengkhotbah dari luar merupakan pelecehan terhadap keberadaan hamba Tuhan lainnya di Tanah Papua.

"KKR seperti ini akan berdampak pada kami, hamba Tuhan yang menjalankan misi Tuhan di Tanah Papua," ungkap Pastor John Djonga kepada tabloidjubi.com melalui seluler, Rabu (30/07/2014).

Kalau hanya untuk sekadar KKR dan mendatangkan pengkhotbah dari  luar, kata John Djonga, itu sama saja dengan pelecehan terhadap tugas dan kerja-kerja dirinya dan sesama hamba Tuhan di Tanah Papua.

Pastor John Djonga  juga menilai, kondisi seperti ini juga akan membuat umat tidak lagi menghargai hamba Tuhan yang melayani  jemaatnya.

Hal lain yang juga disinggung Pastor John adalah penggunaan dana hingga miliaran rupiah dalam pelaksanaan KKR tersebut.

"Ini pemborosan menurut saya. Sebab, dengan dana sedemikian banyak seharusnya dapat digunakan untuk hal yang lebih riil di tengah umat. Misalnya untuk  pembangunan gedung gereja di pelosok tanah Papua yang memprihatinkan," kata penerima Penghargaan Yap Thian Hiem 2009 itu.

Pastor John menilai, uang dalam jumlah banyak itu juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaat di daerah terpencil yang butuh pendidikan dan kesehatan yang dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga milik gereja.

Seperti dirilis tabloidjubi.com sebelumnya, sejumlah tokoh dan aktivis Papua menuding Benny Hinn, seorang pastor dari Amerika Serikat yang baru -baru ini menggelar KKR dan pengobatan massal lewat acara bertajuk  "Transformasi Papua", di Sentani, Kabupaten Jayapura, hanyalah  mencari keuntungan atas penderitaan orang Papua.

"Nabi palsu yang menari-nari di atas penderitaan dan tanggisan rakyat Papua,"tulis Steven Itlay, aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam akun Facebooknya, (25/07/2014).

Menurutnya, tarian Benny Hinn itu bagian dari bisnis, bukan pewartaan kebenaran dan keselamatan. Benny Hinn hanyalah hamba yangmenjadikan Firman sebagai Bisnis. [TabloidJubi]

Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Minggu, 08 Juni 2014 | pukul 13.31 WIT

Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura


Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura

Posted: 07 Jun 2014 10:18 AM PDT

JAKARTA - Wakil Presiden RI Boediono memberikan penghargaan Adipura tahun 2014 kepada beberapa Kepala Daerah Tingkat II (Bupati/Walikota) yang mampu berkontribusi signifikan terhadap kelestarian lingkungan hidup. 4 kabupaten di Papua, di antaranya yang menerima penghargaan Adipura tersebut.

4 Kepala Daerah Tingkat II di Propinsi Papua & Papua Barat, yaitu Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari menerima langsung penghargaan Adipura tersebut di Kompleks Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (05/06/2014)

Tercatat, Adipura merupakan salah satu program prioritas dalam pengendalian pencemaran dari kegiatan domestik dan penghargaan bagi Kota/Kabupaten yang berkomitmen mewujudkankota bersih dan hijau.

Salah seorang Kepala Daerah Tingkat II yang mendapat penghargaan Adipura tersebut adalah Drs Muhammad Uswanas, Ms, yang menjabat Bupati Fak-Fak sejak memenangkan Pemilukada Fakfak tahun 2010 bersama wakilnya Donatus Nimbitikendik. Kabupaten Fak-Fak mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk terus berkembang.

"Penghargaan Adipura kali ini menunjukkan komitmen kuat melestarikan lingkungan hidup. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kinerja di bidang-bidang lainnya," ujar Muhammad Uswanas.

Untuk bidang pariwisata, Kabupaten Fak Fak memiliki beberapa situs budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi peningkatan pembangunan di bidang pariwisata. Beberapa pusat wisata baik ekoturisme keindahan laut, peninggalan prasejarah dan keindahan alam hutan.

"Potensi alam tersebut dapat menjadi daya tarik bagi para investor untuk mengembangkan sektor pariwisata sehingga diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Fak-Fak," papar Uswanas, yang pernah menjadi dosen luar biasa di Akademik Teknik Jayapura, karyawan Sucofindo, anggota DPRD Provinsi Irian Jaya dan masih menjabat Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Fak-Fak 2010-2015. [Inilah]

Yosep Yopi Kilangin Minta Masyarakat Mimika Dukung Eltinus Omaleng

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 31 Mei 2014 | pukul 13.35 WIT

Yosep Yopi Kilangin Minta Masyarakat Mimika Dukung Eltinus Omaleng


Yosep Yopi Kilangin Minta Masyarakat Mimika Dukung Eltinus Omaleng

Posted: 31 May 2014 05:56 AM PDT

TIMIKA (MIMIKA) - Tokoh Masyarakat Mimika, Drs Yosep Yopi Kilangin meminta semua eleman masyarakat yang berdomisili di tanah Amungsa untuk memberikan dukungan kepada Calon Bupati Mimika Eltinus Omaleng, satu-satunya calon dari putera daerah asli Papua yang lolos ke Pemilukada Mimika putaran kedua mendatang.

"Pemberian dukungan tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada salah satu putera daerah yang ingin membangun negeri ini. Sekarang waktunya penghargaan itu diberikan kepada Eltinus Omaleng untuk menjadi Bupati Mimika. Dia (Eltinus Omaleng-Red) yang pantas jadi Bupati Mimika, yang lain tidak punya peluang," kata Yopi, Minggu (25/5).

Yopi mengaku, sebelumnya sangat berkeinginan untuk menjadi pemimpin kepala daerah di tanah Amungsa, sehingga yang bersangkutan sudah beberapa kali mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Mimika. Semua itu bukan karena ambisi pribadinya tetapi sesuai keinginan masyarakat.

"Kami dulu maju ikut Calon Bupati karena pikiran ini, bukan karena ambisi pribadi. Tetapi sekarang ini kami mau supaya daerah ini di pimpin oleh putera daerah Eltinus Omaleng. Yang lain itu datang cari makan saja disini, jadi harus tahu diri," tegas Yopi.

Yopi mengaku sangat memahami arti Bineka Tunggal Ika yakni biar berbeda-beda tetap satu, sehingga semua elemen masyarakat bisa hidup berdampingan dengan masyarakat lokal di tanah Amungsa. Tetapi, khusus untuk Pemilukada Mimika sangat prinsip sekali oleh karena itu tidak perlu ada tawar-menawar. Orang nomor satu yang akan memimpin daerah ini kedepan adalah putra daerah asli tanah Amungsa.

"Aturan undang-undang boleh mengatakan bahwa siapapuan bisa jadi pemimpin. Tetapi tidak boleh orang luar datang menjadi pemimpin di negeri ini. Meskipun kita berbeda-beda tetapi kita harus hormati pemilik hak ulayat," tegas Yopi.

Putera almarhum Mozes Kilangin ini mengaku akan memberikan dukungan penuh kepada Eltinus Omaleng untuk menjadi kepala daerah lima tahun mendatang sesuai motonya "Demi Negeriku Tanah Amungsa'. Moto tersebut Kata Yopi bukan hanya sebuah slogan semata, tetapi itu merupakan sebuah keyakinan dan tantangan pribadi demi keinginan masyarakat yang ada di tanah ini.

"Demi negeri Amungsa, kita harus berdiri tegak diatas tanah kita sendiri. Kita harus bisa mampu memimpin daerah ini untuk membuat anak daerah ini maju. Tidak mungkin kita serahkan orang lain untuk mengatur daerah kita," beber Yopi.

Menurut Yopi, setelah dirinya sudah tidak punya peluang untuk mencalon diri sebagai Bupati Mimika, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Eltinus sesuai dengan realitas yang terjadi.

"Okelah aturan boleh mengatakan siapapun bisa menjadi pemimpin. Tetapi kearifan lokal itulah yang harus di hormati di tanah ini. Sehingga tidak boleh orang lain datang menjadi pemimpin di daerah ini," tegas Yopi.
 Seperti diketahui bersama pasangan Calon Bupati Mimika Priode 2014-2019 yang lolos dalam Pemilukada Mimika putaran kedua yakni pasangan Abdul Muis-Hans Magal (AMAN) dan pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang (OMBAS).

Oleh kerena itu Yopi mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung Eltinus Omaleng sebagi kepala daerah lima tahun mendatang."Siapapun yang datang cari kesempatan untuk hidup di tanah in,i sekarang waktunya berikan penghargaan itu kepada anak daerah yaitu Eltinus Omaleng. Kalau putaran kedua ini jadi, dia itu yang pantas," jelas Yopi. [HarianPapua]

Proses Pencoblosan dan Perhitungan Suara Pemulu Legislatif 2014 Berlangsung Aman

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Rabu, 09 April 2014 | pukul 13.41 WIT

Proses Pencoblosan dan Perhitungan Suara Pemulu Legislatif 2014 Berlangsung Aman


Proses Pencoblosan dan Perhitungan Suara Pemulu Legislatif 2014 Berlangsung Aman

Posted: 09 Apr 2014 10:09 AM PDT

KOTA JAYAPURA - Proses pencoblosan dan perhitungan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif di sejumlah kota di tanah Papua  berdasarkan pantauan wartawan dan sumber  majalahselangkah.com siang tadi, Rabu (09/04/2014) berlangsung  aman.

Banyak warga  datang ke TPS dan mereka mencoblos dengan aman.  Sejumlah TPS  yang diamati di sepanjang jalan Sentani-Abepura , Sentani dan Waena, Padang Bulan, Abepura, dan Kota Raja terlihat  warga antre untuk mencoblos.

Jhonny Lani (24), warga  Padang Bulan misalnya mengatakan, ia bersama teman-teman datang ke TPS 16 untuk menyalurkan hak  suaranya. "Saya sudah lihat, nama saya ada. Saya ikut memilih," kata dia.

Ketua RT II/ RW 06/ TPS 11 di Perumnas I, Waena, Tinje On mengatakan, masyarakat yang kebanyakan tinggal di RT-nya hampir sebagian besar sudah menyalurkan hak suaranya.

"Kami masih menunggu yang lain datang coblos. Kartu suara sudah dibagikan dari kemarin," kata Tinje.

Sementara, kontributor majalahselangkah.com  di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai melaporkan hal yang sama atas pantauannya.

Dilaporkan,  proses pencoblosan  dilangsungkan aman. Namun, kontributor majalahselangkah.com  belum memastikan keamanan proses pencoblosan di wilayah-wilyah terisolir di dua kabupaten ini.

Kapolres Nabire AKBP Tagor Hutapea berdasarkan pantauannya memastikan proses pencoblosan dan perhitungan hingga sore ini di dua kabupaten ini  berjalan aman.

Kabupaten Deiyai, Paniai, dan Timika juga melaporkan hal yang sama. "Kami baru keliling jadi tidak ada masalah. Semua aman. Tapi, distrik yang jauh dan terisolir kami belum tahu. Kami akan laporkan lagi," kata sumber majalahselangkah.com di Paniai.

M. Tabuni di Puncak Jaya melaporkan hal senada. "Sampai sore ini kami belum dengar ada masalah. Tadi siang, semua sudah coblos. Semua aman-aman saja. Keamanan juga memang banyak to, " tuturnya.

Masalah-masalah Klasik
Pencoblosan dan perhitungan berlangsung aman. Tapi, wartawan menemukan sejumlah masalah yang telah dianggap 'klasik'.

Salah satunya adalah keributan sejumlah warga di TPS 22 Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire karena sejak pagi tadi belum mendapatkan undangan sebagai pemilih.

"Kami semua ini sudah masuk DPT tapi kenapa undangan kami disembunyikan," kata salah satu warga di TPS 22.

Lain lagi. Sejumlah warga marah-marah di beberapa TPS Kelurahan Morgo Distrik Nabire Kota karena nama mereka tidak ada di DPT walaupun telah memiliki KTP.  Mereka tidak diperbolehkan untuk memilih.  Di Jayapura, sebanyak  173 orang di Asrama Tunas Harapan misalnya tidak memilih, walaupun nama mereka  telah diserahkan di Kelurahan Hedam sejak bulan Septemer 2013.

Sementara di TPS lain di Nabire, warga lain dapat memilih hanya dengan menunjukkan KTP.

Soal lain adalah keterlibatan anak-anak yang belum memenuhi usia pemilih. Anak SD dan SMP tampak antri untuk mencoblos.

Tampak juga  sejumlah spanduk, poster, dan stiker masih terlihat. Hal ini terlihat di sejumlah kota yang dipantau.

Dilaporkan juga,  surat suara tidak sah di sejumlah TPS di Nabire meningkat.  TPS 7 di SMP 5 Nabire misalnya  mencapai   puluhan hanya untuk DPRD, masih belum untuk DPRP, DPD, dan DPR RI.

Dipastikan surat suara tidak sah dapat saja mencapai ribuan karena banyak pemilih pemula yang melibatkan diri dan belum sempat mendapatkan informasi soal cara mencoblos.

Soal lain yang ditemukan di Jayapura misalnya,  TPS 40 di Perumnas III, Waena didapati kotak suara dalam kondisi belum segel.

Salah satu TPS di  Kelurahan Argapura Jayapura dilaporkan pencoblosan surat suara dilakukan sejak tadi malam. Sementara di kota lain, dilaporkan di atas kertas nama TPS-nya ada tetapi di lapangan tidak ada TPS-nya. [MajalahSelangkah]

Stepanus Ulahayanan dan Emma Bonay Juara Lari Port Numbay 10K

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Senin, 10 Maret 2014 | pukul 13.37 WIT

Stepanus Ulahayanan dan Emma Bonay Juara Lari Port Numbay 10K


Stepanus Ulahayanan dan Emma Bonay Juara Lari Port Numbay 10K

Posted: 09 Mar 2014 11:40 PM PDT

KOTA JAYAPURA - Stepanus Ulahayanan dan Emma Bonay ditetapkan sebagai juara lari Port Numbay 10 K (kilo)  tingkat pelajar dalam rangka HUT 104 Kota Jayapura, setelah kedua pelajar itu menyisihkan 600 pelari putra dan putri, di Pantai Hamadi, Sabtu (01/03/2014) lalu.

Wakil Walikota Jayapura, Nur Alam dalam sambutannya berharap, dari kompetisi ini para peserta dapat meningkatkan sportifitas yang dijunjung tinggi. "Saya berharap adik-adik dapat menjunjung sportifitas dan fair play di dalam lomba ini," pinta Nur alam dalam pembukaan lari di GOR Cenderawasih sebagai start lomba lari, Kota Jayapura.

Kabid Kepemudaan, Jacob Anggai mengatakan  bahwa pertandingan port numbay 10 K sengaja digelar pngurus PASI Kota Jayapura, untuk mencari bibit muda berprestasi demi menyukseskan event yang akan digelar di tahun-tahun ke depan.

"Oleh sbab itu lebih fokus ke tingkat peljar agar mempermudah pembinaan, selain itu juga kami mendapat surat dari PB PASI bahwa agar tidak ada praktek penjualan atlet ke depan sehingga kini panitia menggelar lomba untuk peljar bukan umum," ungkap Jacob.

Sementara itu Stepanus Ulahayanan mengaku dirinya begitu  bangga atas kemenangannya ini. Pasalnya,  dari 2 kali mengikuti lomba yang sama baru kali ini ia berkesempatan menang, mengalahkan ratusan peserta lainnya.

 "Sejak 2011 saya ikut akan tetapi belum beruntung dan sejak saat itu saya terus latihan sehingga sekarang ini saya menang," ungkap Stapanus yang masih menempuh pendidikan di SMK 5 Jayapura ini. [BintangPapua]

Masyarakat Makan Gratis di HUT Kota Jayapura Ke-104

Posted: 09 Mar 2014 10:49 PM PDT

KOTA JAYAPURA - Puncak acara peringatan hari jadi Kota Jayapura ke-104, Jumat (07/03/2014) kemarin, dipusatkan di Taman Imbi. Peringatan ini tak hanya dihadiri oleh PNS saja, warga Kota atau masyarakat juga tak mau kehilangan moment bersejarah tersebut.

Begitu juga ratusan pedagang makanan pun dilibatkan. Bahkan di masing-masing gerobak baik bakso, soto, sate dan lain-lain di pasang nomor urut, yang ditugasi oleh Panitia HUT, untuk melayani warga kota secara gratis

 Menurut salah satu warga dari Abepura, Fitus Arung, kehadirannya di Taman Imbi bukan hanya untuk menyaksikan acara puncak, dirinya sengaja datang untuk menikmati makanan yang disajikan secara gratis

 "Sate yang saya makan ini gratis,"katanya saat menikmati sate yang diperoleh dari gerobak sate Doa Ibu yang berjejeran bersama gerobak lainnya di depan Ruko milik GKI di Taman Imbi.

 Nampaknya apa yang dilakukan oleh panitia HUT  mendapat apresiasi dari warga Kota. Kata seorang pedagang, masing-masing gerobak bakso dibayar oleh panitia sebesar Rp.700 Ribu.

 "Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya, tapi sekitar 100 lebih penjual dengan bayaran Rp.700 Ribu, tapi saat ini belum dibayar,"kata Yuke yang menjajakan Mie Pangsit.

 Yuke merasa beruntung, soalnya dia tidak usah cape-cape memasarkan Mie Pangsitnya, karena sudah dipesan oleh Panitia HUT Kota Jayapura."Sama penghasilannya tidak beda jauh dengan hari-hari biasa. Lebihnya, karena hari ini saya pulang lebih cepat, bila  dibandingkan kalau saya harus menjual keliling,"imbuhnya dengan senyum.

 Sementara berdasarkan pantauan, hingga pukul 11,03 WIT, beberapa pedagang suda mengungsi dari tempat jualannya, karena dagangan mereka telah diserbu oleh warga Kota.[PapuaPos]
 
Support : Papua Untuk Semua | PUS | P-U-S
Copyright © 2013. Portal Kabupaten dan Kota | Papua Untuk Semua - All Rights Reserved
Template formatted by XegaVega Published by Batlax.com
Proudly powered by Blogger