Sukai Facebook Kami
Ikuti Twitter Kami

Artikel Aktual

Kelompok Leka Tenggelan jadi Pelaku Penembakan Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Everson

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Minggu, 07 Desember 2014 | pukul 12.02 WIT

Kelompok Leka Tenggelan jadi Pelaku Penembakan Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Everson


Kelompok Leka Tenggelan jadi Pelaku Penembakan Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Everson

Posted: 07 Dec 2014 03:51 AM PST

KOTA JAYAPURA - Pelaku Penembakan terhadap anggota Brimob, Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Everson di Illaga, Kabupaten Puncak,  Rabu pagi (3/12) diduga merupakan kelompok Leka Tenggelan,(LT).  Dimana, awalnya kelompok LK tersebut bergabung dengan masyarakat sambil berpura-pura membantu menaikkan kursi-kursi yang akan digunakan dalam kegiatan Perayaan Natal di gereja GKII itu.

Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol. Sulistyo Pudjo Hartono kepada wartawan membeberkan , sebelum ditembak ke dua anggota Brimob tersebut dipukul dengan senjata tajam dan akhirnya ditembak.

Dari otopsi, Bripda Everson ditemukan luka dihidung dan luka bacok dan luka bekas goresan senjata tajam dibagian tangan bekas goresan senjata tajam, sedangkan Aipda Thomson Siahaan bagian kaki kanan dipotong dan ditembak dibagian pelipis," ungkapnya, Kamis (4/12).

Pudjo menjelaskan, Saat ini Polisi sedang memintai keterangan terhadap masyarakat disekitar itu guna mengetahui cirri dan indentitas pelaku penembakan tersebut sebab tak mungkin masyarakat sekitar tak tahu siapa-siapa yang ikut membantu kegiatan gereja GKII tersebut.  Tentunya, satu sama lainnya mengetahui siapa dan bagaimana si pelaku sehingga akhirnya ditemukan pelakunya, namun dugaan pelakunya adalah kelompok Leka Telenggan,(LT).

Pudjo menyakini bahwa dua anggota Brimob itu awalnya siaga namun karena ada permintaan bantuan dari gereja GKII tersebut, dua anggota Brimob itu meninggalkan senjatanya.

"Tak mungkin dua anggota Brimob itu tak siaga, bila memang ada permintaan dari gereja, mereka pasti siaga kalau tahu akan diserangkan kelompok LT tersebut.  Dua Brimob itu, diperkirakan sudah lebih dulu diintip. Hal itu berdasarkan dari gerakan dari Gereja itu," ujarnya.

Kelompok LT,  kata Pudjo sebelumnya telah ditolak oleh masyarakat iIIaga Kabupaten Puncak. Dimana, tiga minggu lalu, masyarakat iIIaga telah menandatangani kesepakatan iIIaga yang isinya adalah menolak semua kegiatan kelompok kriminal bersenjata,(KKB)di iIIaga dan sekitarnya lalu mendenda sebanyak 2 Milliar kepada KKB sebagai pelaku Penembakan terhadap masyarakat dan aparat, dimana denda itu akan diberlakukan kepada para keluarga pelaku bahkan dikenaka hokum adat dan hokum pidana.

"Diperkirakan kelompok LT beranggotakan tiga orang yang melakukan aksi penembakan terhadap dua anggota Brimob tersebut. Pasca kejadian, status di iIIaga ditingkat menjadi siaga satu," tegasnya.

Honai DibakarSoal 20 honai dibakar Brimob, Pudjo membeberkan memang setelah kejadian itu, Brimob bertanya kepada warga sekitar namun tidak satupun yang mengenal pelaku, karena sudah terlalu emosi akhirya beberapa tenda honai dibakar dan beberapa ditarik lalu melepaskan.

Kalau anggota berniat jahat, bukan honai saja yang menjadi sasaran, orangpun ikut namun tak dilakukannya sebab anggota saat itu sudah menahan kekesalan menimpa rekannya. Saat ini, 10 orang dimintai keterangan disekitar kejadian itu sebab sebelumnya mereka berada di lokasi itu," katanya.

Pudjo menjelaskan dari kejadian itu, 1 regu Brimob diberangkat menuju Ilaga Kabupaten Puncak namun itu akan berkembang sesuai dengan perkembangan aman.

Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Alberth Yoku menyatakan kami mengapresiasikan apa yang dikerjakan dua anggota Brimob itu sebab dia apa yang dikerjakan itu berarti telah menghormati Tuhan.

Namun kami menyayangkan kejadian itu karena itu, apa yang dilakukan saudara-saudara yang melakukan tindakan itu, suatu saat Tuhan akan menghukum mereka sebab tak boleh melakukan seperti itu.

"Kita manusia harus tahu memilah, ini orang mengerjakan apa, kalau orang sedang bekerja untuk Tuhan, sejahat apapun kita jangan kita melakukan hal-hal tercela," katanya.

Soal langkah yang diambil gereja GKI, Alberth Yoku menjelaskan bahwa kita tetap mengiriman surat teguran kepada gereja GKII Illaga apalagi menganggu persiapan dalam ibadah.

Jadi, GKI ditanah Papua berduka bersama dengan Polda terhadap dua warga jemaatnya tersebut. Dan diserukan kepada saudara-saudara di pegunungan agar menghentikan kebiasaan membunuh sebab membunuh bukan hak kita melainkan haknya Tuhan." Mau mati atau hidup itu sudah menjadi hak Tuhan dan bukan hak manusia," tandasnya. [Papuapos]

300 Warga Lanny Jaya Terinfeksi HIV AIDS

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Kamis, 04 Desember 2014 | pukul 12.03 WIT

300 Warga Lanny Jaya Terinfeksi HIV AIDS


300 Warga Lanny Jaya Terinfeksi HIV AIDS

Posted: 02 Dec 2014 04:20 PM PST

TIOM (LANNY JAYA) - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lannya Jaya hingga akhir tahun 2014 ini, sekitar 300 warga Kabupaten Lanny Jaya didetiksi mengidap virus HIV. Kerelaan warga untuk melakukan pemeriksaan virus HIV merupakan hal positif sehingga bisa dilakukan pengobatan secara intensif.

" Dari haris pemeriksaan kita sekitar 300 orang di kabupaten ini sudah terinveksi HIV/AIDS, sehingga perlu adanya penanganan agar tidak menular lebih banyak lagi," kata dr. Huntal Silaban, Kepala Penanggungjawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiom, Kabupaten Lanny Jaya.

Menurut dr. Huntal Silaban mereka yang terinveksi HIV itu semua rata-rata usia remaja dan produktif, umur 15 - 25 tahun.  Tentunya dengan usia itu perlu ada penanganan khusus agar tidak menyebar kepada orang lain.

Ratusan warga yang mengidap HIV/AIDS itu diketahui setelah sejumlah warga melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Tiom beberapa waktu lalu. " Jika kita sudah mengetahui dia terinfeksi virus HIV, kita memberikan penjelasan mengenai pengobatan dan pola hidup, jadi kita arahkan untuk rutin minum obat, serta gaya hidup seks bebas untuk tidak dilakukan,"katanya.

Dikatakan, bagi orang yang sudah terdeteksi mengidap HIV , pihaknya secara terus menerus melakukan himbauan kepada pasien penderita HIV agar rutin memeriksakan diri, walau sudah dibekali obat. Kendati demikian, ada sebagian warga yang tidak rutin memeriksakan diri.

" Banyak dari mereka tidak kembali jika sudah merasa sehat dan bugar, tetapi ketika mereka  merasa  badan kembali turun baru datang. Itu salah satu kesulitan kami untuk menangani mereka," kata ujar Silaban.

Hambatan lain kata Silaban, tidak adanya ruang khusus untuk menangani penderita HIV/AIDS hanya digunakan ruang konseling sebagai tempat penanganan. "Jadi jika mereka kembali dan terpaksa dirawat, kami gabungkan dengan pasien umum lainnya, hanya saja status pasien, sakit apa kami tetap rahasiakan dari pihak lainnya," tambahnya.

Silaban juga mengungkapkan di RSUD Tiom, terdapat kurang lebih 35 perawat bertugas dengan jadwal menangani berbagai macam pjenis penyakit pasien, mulai sakit ISPA, malaria, cacingan, diare, skabies, pneumonia, penyakit sendi dan sakit gigi.

Terkati penyebaran HIV yang menyerang warga Lanny Jaya, diakui bukan karena pengaruh jarum suntik atau karena penggunaan narkoba melainkan karena perilaku hidup yang kurang sehat, serta seks bebas di kalangan warga.

" Dari informasi yang kita gali dari warga, penyakit itu diperoleh dari perilaku seks bebas. Jadi itu yang mutlak di sini kita temukan. Untuk obatnya kami berikan Contrimus Axol, setelah kita edukasi pemakaian selama dua minggu, apakah dia teratur atau tidak memakainya, jika teratur baru kami berikan ARV,"ujarnya. [PapuaPos]

8 Korban Helly Super Puma yang Mendarat Darurat, Dievakuasi ke Jayapura

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Selasa, 02 Desember 2014 | pukul 12.11 WIT

8 Korban Helly Super Puma yang Mendarat Darurat, Dievakuasi ke Jayapura


8 Korban Helly Super Puma yang Mendarat Darurat, Dievakuasi ke Jayapura

Posted: 01 Dec 2014 03:48 PM PST

KOTA JAYAPURA - Crew Helly Super Puma TNI AU dan Personel Satgas Pamtas 133/YS yang melakukan pendaratan darurat disekitar Botom dan Kiwirok, Jumat (28/11) pukul 15.00 setelah tiga hari  baru berhasil di evakuasi, namun belum seluruh korban dievakuasi.

Pada pelaksaan evakuasi Senin (01/12) baru 8 orang yang berhasil dievakuasi ke Jayapura, sejitar pukul 16.30 WIT sebuah Helly mendarat di Makodam XVII/Cenderawasih dengan membawa 3 orang korban masing-masing ; Pelda Hadi ( crew) mengalamai sesak di dada, Lettu Rivo (pilot) mengalami patah tulang belakang dan Serda Ulil Amri  mengalami patah kaki.

Sedangkan 5  korban lainnya dievakuasi  menggunakan pesawat Cassa dan mendarat di Bandara Sentani, kemudian dibawa ke  RS Marthen Indey masing-masing; Serda Arman ( lecet pipi kana), Praka Joko (lecet dan sesak nafas),  Praka Gunawan (kaki lecet),  Prada Doni mengalami trauma.

" Hingga saat ini sudah di evakuasi sebanyak 8 orang sedangkan sisanya sebanyak 6 orang belum dapat terangkut dikarenakan cuaca yang tidak mendukung," kata Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Deliaman Tony Damanik saat ditemui di RS martehn Indey, Senin (01/12) sore.

Pemantauan perkembangan evakuasi dilakukan di Poskotis Batom dipantau oleh Danlanud ATS Malang Marsma TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS., Sedangkan di Posko SAR Base Ops Sentani dipantau oleh Pangkoops AU Marsda TNI Abdul Muis.

Adapun team evakuasi melibatkan team SAR Jayapura, Paskhas TNI AU, Personel Yonif 751/R, Helly Super Puma TNI AU, Helly Bell TNI AD, dan Pesawat Cassa TNI AU serta 1 unit Helly dari PT. Freeport.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan selaku Pangkoops memonitor secara langsung jalannya proses evakuasi.

" Team evakuasi supaya mengoptimalkan pencarian dengan segala daya upaya dan sumber daya yang dimiliki agar Crew Helly Super Puma TNI AU dan Personel Satgas Pamtas 133/YS dapat secepatnya di evakuasi dari lokasi kejadian selanjutnya dibawa ke Jayapura," kata Pangdam kepada Team Evakuasi saat berada di Posko SAR Sentani.

Helly Super Puma TNI AU yang membawa 10 personel Satgas Pamtas 133/YS dan crew Helly diperkirakan melakukan pendaratan darurat  disekitar Botom dan Kiwirok. Pendaratan ini dilakukan oleh pilot dikarenakan cuaca yang berubah menjadi ekstreem.  Namun, ini dapat segera diketahui dikarenakan pilot membawa telepon satelit dan langsung menghubungi Base Ops TNI AU di Sentani.

" Dalam laporannya pilot mengabarkan bahwa crew Helly dan personel Satgas Pamtas 133/YS dinyatakan selamat. Evakuasi baru dapat dilakukan pada hari Senin 1 Desember 2014 saat cuaca dalam kondisi baik," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Phb Rikas Hidayatullah. Senin (01/12) .

Menurut  Rikas, Rencananya evakuasi lanjutan akan kembali dilaksanakan pada esok hari disebabkan masih terdapat 6 personel yang belum terangkut dilokasi kejadian. Team evakuasi berharap cuaca esok hari baik dan mendukung sehingga evakuasi dapat dilakukan dengan lancar. Ke 6 orang yang masih berada dilokasi kondisi kesehatannya membaik, meraka akan dievakuasi ke Jayapura besok, Selasa (02/12) .

Proses Evakuasi
Pelaksanaan proses evakuasi terhadap 8 korban Hally Puma yang mendarat darurat sempat menghadapi hambatan, sehingga sempat tertunda selama 3 hari.

Kepala Penerangan Lanud Jayapura, Mayor Yuni  menjelaskan, sejak Selasa (01/12) pagi regu penolong dengan menggunakan  cassa telah menemukan lokasi pendaratan Helly.  4 orang anggota regu penolong telah diterjunkan dengan membawa obat obatan, bahan makanan, alat pengangkut dan senso.

" Senso akan digunakan untuk menebang kayu kayu sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar," ujar Yuni.

Sementara itu ada regu penolong yang juga berjalan kaki dari kampung Pending. Perjalanan dari kampung pending ke lokasi kejadian sekitar 3 jam. Di kampung pending diketahui ada lapangan terbang kecil yang bisa didarati helly, sehingga evakuasi dilakukan ke tempat tersebut.

" Bantuan armada juga datang dari Biak berupa satu pesawat Helly Puma.  Helly Puma ini langsung menuju Batom dengan mengangkut BBM dan bahan makanan," kata Yuni. [PapuaPos]

Yohana Yembise Resmikan 136 PAUD dan TK di Kabupaten Lanny Jaya

Posted: 01 Dec 2014 01:40 PM PST

TIOM ((LANNY JAYA) - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, Jumat (28/11) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lanny Jaya, Kedatangan Menteri Yembise didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe beserta Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Papua serta sejumlah Bupati.

Menginjakan kaki di Bandara Lanny Jaya,  rombongan Menteri Yembise langsung disambut 136 TK PAUD serta Bupati Befa Jigibalon dan istri. Bupati Befa dalam laporannya mengatakan dalam 3 tahun penyelenggaraan pembangunan di Lanny Jaya, ada banyak perkembangan yang terjadi.

Khusus untuk pendidikan dasar, pada tingkat TK PAUD telab terdaftar sebanyak 136 Paud di seluruh kabupaten tersebut. Sementara dari 136 PAUD, terdaftar sekitar 7442 murid paud dengan tenaga pengajar atau guru 422 orang.

"Secara kualitas anak murid kita memang masih jauh dari harapan tapi semangat kita sangat tinggi, ini dilihat dari hampir semua PAUD dibangun dengan cara swadaya oleh masyarakat,"tutur dia.

Sementara untuk tingkat pendidikan menengah keatas, lanjutnya, akan dikirim sebanyak 50 anak SMU untuk menimba ilmu ke luar negeri. " Lanny jaya sudah siapkan 50 anak smu lanny jaya untuk sekolah di luar negeri. Negaranya dipilih okeh mereka sendiri dan kita harap mereka kembali bisa membangun daerah ini,"aku dia.

Pada kesempatan itu, Menteri Yembise mengaku sangat antusias dengan inisiatif bupati dalam programnya untuk membangun pendidikan dasar di Lanny Jaya. Menteri juga pada kesempatan itu berkesempatan mencanangkan aktifnya 146 PAUD di Tiom Lanny Jaya.

"Saya sangat bangga dengan usaha dari Bupati yang mau membangun pendidikan dasar. Sehingga saya harap dunia pendidikan di Lanny Jaya kedepan bisa lebih berkembang dibanding sebelumnya,"harapnya.

Gubernur Papua didampingi Bupati Puncak Jaya pun tak ketinggalan meresmikan penggunaan jalan Ilu Puncak Jaya – Tiom Lanny Jaya melalui penekanan tombol sirene. Lukad Enembe berharap dengan diresmikannya jalan tersebut bisa memajukan pembangunan dan perekonomian di wilayah pegunungan tengah Papua, khususnya Kabupaten Lanny Jaya dan Puncak jaya.

"Saya harap kedua daerah ini bisa lebih berkembang,"ucapnya, dimana Usai peresmian Menteri Yembise dan rombongan meninjau majalah dinding PAUD yang diakhiri dengan parade mobil oleh masyarakat Tiom. [SuluhPapua]

Ziarah Pejabat Mimika dan Tokoh Agama ke Yerusalem Masuk Anggaran Bansos

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 29 November 2014 | pukul 12.02 WIT

Ziarah Pejabat Mimika dan Tokoh Agama ke Yerusalem Masuk Anggaran Bansos


Ziarah Pejabat Mimika dan Tokoh Agama ke Yerusalem Masuk Anggaran Bansos

Posted: 28 Nov 2014 05:00 PM PST

TIMIKA (MIMIKA) – Perjalanan ziarah ke Yerusalem, Israel yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk tokoh agama dan sejumlah pejabat masuk dalam proyeksi anggaran bantuan sosial.

"Kita memang sudah anggarkan sejak lama perencanaan ziarah tersebut, dan besaran anggaran yang digunakan untuk pejalanan ziarah rohani itu nanti juga mencapai Rp5 miliar. Dan yang saya tahu berdasarkan daftar nama yang berangkat itu bukan hanya pejabat-pejabat saja, tetapi ada juga tokoh-tokoh agama, dan masyarakat," kata Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Mimika, Marten Mallisa kepada Salam Papua di ruang kerjanya, Selasa (25/11).

Ia menuturkan, belum mengetahui pasti jumlah peserta yang akan ikut dalam perjalanan ziarah rohani kali ini, sekalipun masuk dalam panitia pelaksana persiapan keberangkatan, namun yang jelas jumlahnya tidak banyak karena disesuaikan dengan anggaran yang ada.

"Selain itu keberangkatan nanti  ini juga bukan merupakan keberangkatan tahap pertama melainkan sudah masuk tahap kedua karena beberapa waktu lalu sudah ada tahap pertama yang diberangkatkan sebanyak 42 peserta, dan sudah kembali juga ke Timika, sehingga tinggal menunggu untuk persiapan keberangkatan tahap kedua ini lagi," kata Marten.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ziarah ini juga tidak ada kaitannya dengan perjalanan bupati dan tim ke China, sebab ziarah rohani yang jelas pergi untuk mengunjungi lokasi-lokasi ibadah dan juga tempat-tempat doa, sedangkan untuk yang bupati dan tim ke China itu agendanya untuk studi bandaing pembahasan masalah tailing dan pencarian investor.

"Kalau ke China itu ada pos anggarannya tersendiri dan untuk ziarahnya ini juga pos anggarannya tersendiri. Kalau tidak salah kan saya sudah pernah sampaikan bahwa untuk ke China sekitar Rp2 miliar lebih, tetapi itu dari gabungan anggaran Dinas Pertambangan juga karena dalam rangka kegiatan tersebut, sedangkan untuk yang ziarah ini anggaranya Rp5 miliar." katanya. [SalamPapua]

Berkas 5 Anggota TPN/OPM akan Dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Posted: 28 Nov 2014 02:25 PM PST

KOTA JAYAPURA – Berkas Lima anggota kelompok TPN/OPM yang berhasil diamankan Tim Khusus Polda Papua di Hotel Boulevard Wamena, Kabupaten Jayawijaya beberapa waktu lalu, akan segera dilimpahkan ke  Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kelima orang kelompok TPN/OPM tersebut diantaranya, Rambo Wonda, Rambo Tolikara (30 tahun), Rambo Tolikara (25 tahun) bersama rekan-rekannya. Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi, Drs. Yotje Mende kepada wartawan mengatakan, proses terhadap Rambo Wonda Cs tersebut terus dilakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas perakara mereka.

"Mereka lagi di proses dan kemudian masih mulus. Sudah tahap 1 dan berkas segera kita limpahkan ke  Jaksa Penuntut umum untuk segera disidangkan," kata Kapolres Yotje disela-sela sosialisasi Peraturan Disiplin Anggota Polri Kode Etik Profesi Polri di Aula Rastra Samara, Kamis (27/11).

Kapolda mengakui,  bahwa proses pemberkasan terhadap Rambo Wonda sangat tidak sulit karena Polda Papua tidak mendatangkan ahli. "Kita tidak mendatangkan ahli karena fakta di lapangan sudah jelas, ada peluru, ada aktivitas mereka, dan dokumentasi. Nanti kita pacu untuk segera di sidangkan," katanya.

Sementara disinggung, apakah berkas Rambo Wonda Cs disatukan dengan berkas oknum anggota Polri yang terlibat penjualan amunisi tersebut? Kapolda Bintang Dua ini menyampaikan, bahwa berkas oknum anggota polisi dengan kelompok Rambo Wonda  di Split atau berkas tersendiri.

"Artinya, kami selaku penyidik Profesional tidak menyatukan berkas perkara mereka. Oknum Polisi kita proses melalui sidang kode etik dan sudah dipecat  sebagai anggota Polri, sedangkan berkas kelompok Kriminal Bersenjata ini dibedakan.  Yang jelas, akan kami buru untuk segera dilimpahkan,"  tandasnya.

Sekedar diketahui, Rambo Wonda, selaku pimpinan OPM yang selama ini menjadi Target Operasi (TO) aparat keamanan berhasil ditangkap tim Khusus Polda Papua Hotel Boulevard, Jalan Patimura, Kota Wamena–Kabupaten Jayawijaya–Papua, Minggu (26/10) siang.

Rambo Wonda Cs, yang merupakan keponakan Purom Wenda ditangkap setelah beberapa anggotanya keluar dari Hotel Bollevar dengan menggunakan sepeda motor.

Namum tim khusus yang sudah mengintai gerak-gerik mereka langsung menghadang dan langsung dilakukan penangkapan. Saat dilakukan penangkapan, ternyata salah satu oknum anggota Polri yang bertugas di Polsek Nduga Berpangkat Birpu bernama Tanggam Jikwa, ikut diamankan lantaran terlibat menjual amunisi kepada kelompok tersebut dengan harga Rp3 juta. [BintangPapua]

Dana Pemberdayaan Kampung 2014 di Kabupaten Sarmi Belum Jelas

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Kamis, 27 November 2014 | pukul 12.03 WIT

Dana Pemberdayaan Kampung 2014 di Kabupaten Sarmi Belum Jelas


Dana Pemberdayaan Kampung 2014 di Kabupaten Sarmi Belum Jelas

Posted: 26 Nov 2014 03:26 PM PST

KOTA JAYAPURA – Para kepala Kampung Kabupaten Sarmi mempertanyakan kucuran dana dari pemberdayaan kampung tahun anggaran 2014 sebesar Rp500 juta yang kini masih belum jelas arahnya.

Penyampaikan itu disampaikan Kepala Kampung Hamsira, Distrik Ferkam Kabupaten Sarmi, Abner Sawinae. Dia mengatakan, bantuan pemberdayaan kampung yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sarmi sebesar Rp500 juta hingga saat ini tidak ada arahnya.

"Kami dari kampung Hamsira  baru menerima dana sebesar Rp50 juta. Sedangkan sisa Rp 450 juta kini  belum ada kejelasan yang pasti, padahal tidak lama lagi tidak  sudah mengakhiri tahun 2014,"  kata Abner kepada wartawan, Senin (24/11).

Abner mengungkapkan, penyerahan dana pemberdayaan kampung seharusnya sudah diserahkan melalui pihak pimpinan SKPD terkait yang sudah dipercayakan oleh Bupati. Namun ketika dijalankan ternyata uang tersebut, hanya Rp50 juta diserahkan ke Kampung Hamsira.



"Memang bantuan pemberdayaan kampung ini diberikan secara bertahap. Dimana tahap mestinya diserahkan Rp250 juta, dan pada tahap kedua diserahkan sebesar Rp250 juta. Namun kenyataanya tidak sesuai fakta dilapangan," ungkapnya menanyakan.

Bahkan, lanjut dia, uang Rp50 juta yang diserahkan oleh kaki tangan Bupati menyampaikan bahwa, uang tersebut merupakan insetif, tapi alasan secara jelas terkait dana Rp500 juta tidak jelas.

Sementara itu, Kepala Kampung Keder Lama, distrik Vien, Yulius Manibor menyatakan, dana pemberdayaan kampung ini mulai sejak tahun 2013. Sesuai petunjuk operasional kegiatan yang sesungguhnya menurut buku tersebut penyaluran Rp 500 juta dilakukan dua tahap.

Menurut petunjuk operasional yang diberikan dua tahap dimana pada tahap pertama sebesar  40 persen dan tahap kedua 60 persen. Namun kenyataan dana tersebut tidak turun sesuai petunjuk operasional pembagian dana pemberdayaan.

"Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami, padahal sesungguh kegiatan yang kami rencanakan di Kampung akhirnya tidak bisa dilaksanakan karena uang yang diturunkan hanya separuh," katanya.

Tidak hanya itu, ada muncul kebijakan-kebijakan lain yang tiba-tiba muncul seperti yang dijelaskan bupati bahwa dana sudah diturunkan sebesar Rp500 juta, tapi kenyataannya dilapangan tidak ada.

"Apa yang disampaikan Bupati kepada masyarakat bahwa tahun ini akan ada uang natal danuang tokoh pemuda, dan tokoh perempuan. penyampaian ini menjadi Bumerang bagi kami. Padahal keputusan Musrenbang sangat jauh beda apa yang disampaikan oleh Bupati," katanya.

Dia menegaskan, dalam program Musrenbang Kampung tidak membicarakan soal uang natal, tapi tiba-tiba Bupati menyampaikan bahwa ada uang natal. "Dia  (Bupati) Sudah bicara masalah natal, sementara uang pemberdayaan kampung senilai Rp500 juta tahun ini saja tidak ada kelihatan, bagaimana mau kasih uang natal atau uang ondoafi di masing-masing kampong. Kami minta selesaikan ini dulu baru buat program baru," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Sarmi, Mesak Manibor dalam penyampaian materi dalam pemilihan Ketua Dewan adat menyampaikan, Salah satu yang bisadinikmati masyarakat adat adalah kegiatan pemberdayaan kampung. "Kami kucurkan dana diseluruh kampung Kabupaten Sarmi sebesar Rp500 juta dan kami juga meresionalisasi dana respek, PNPM Mandiri, dan jalan llingkungan jembatan," katanya.

Bupati juga menyampaikan bahwa tahun ini akan menyerahkan dana kepada para ondoafi sebesar Rp50 juta, uang natal Rp50 juta, Tokoh masyarakat Rp30 juta. "Dengan bantuan kami minta teta digunakan dengan baik," ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia menyatakan kepada seluruh kepala Kampung dan masyarakat yang ada di kampong, ondoafi maupun tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh agama untuk harus berbicara terkait dana yang dikucurukan disetiap kampung bila tidak sesuai dengan  kucuran yang diberikan oleh Pemerintah  daerah.

"Kebeperihakan Pemerintah Daerah hanya pada hal-hal khusus tapi tidak bisa dipaksakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat  bagi orang yang tidak bekerja,"  ujarnya. [BintangPapua]

Potensi Kelautan di Papua Sangat Besar

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Kamis, 20 November 2014 | pukul 12.04 WIT

Potensi Kelautan di Papua Sangat Besar


Potensi Kelautan di Papua Sangat Besar

Posted: 19 Nov 2014 06:46 PM PST

KOTA JAYAPURA - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara maritim telah mendapatkan pengukuhan statusnya dengan Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982, sehingga mendapat jaminan atas hak-haknya sebagai negara maritim, namun juga dituntut untuk melaksanakan kewajiban dan tanggungjawabnya di laut terhadap dunia (pelayaran) Internasional.

Sebagai negara maritim yang memiliki wilayah perairan terluas, lebih luas dari wilayah daratan (tiga kali luas daratan 2.027 kilometer persegi atau luas perairan 6.184.280 kilometer persegi).

Wilayah perairan itu terdiri dari wilayah teritorial sebesar 3,2 juta kilometer persegi, dan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) 2,7 juta km persegi.

Selain itu, terdapat 17.504 pulau di Indonesia dengan garis pantai sepanjang 81.000 kilometer persegi. Dengan cakupan yang demikian besar dan luas, tentu saja maritim Indonesia mengandung keanekaragaman alam laut yang potensial, baik hayati dan nonhayati.

Garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia itu menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.

UNCLOS 1982 merupakan hukum dasar/pokok di bidang kelautan telah mengatur rejim-rejim hukum laut yaitu ketentuan-ketentuan tentang : perairan pedalaman (inland waters), perairan kepulauan (Archipelagic waters), laut wilayah/teritorial (Territorial waters), landas kontinen (Continental Shelf), zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan zona tambahan.

Indonesia memiliki perbatasan maritim dengan 10 negara yaitu dengan India (Landas Kontinen, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)), Thailand (Landas Kontinen, ZEE), Malaysia (Laut Wilayah, ZEE, Landas Kontinen), Singapura (Laut Wilayah), Vietnam (Landas Kontinen, ZEE), Filipina (ZEE, Landas Kontinen), Palau (ZEE, Landas Kontinen), Papua Nugini (ZEE , Landas Kontinen), Timor Leste (Laut Wilayah, Landas Kontinen, ZEE) dan Australia (ZEE, Landas Kontinen).

Dari sejumlah perbatasan itu, Indonesia telah menyelesaikan sebagian penetapan batas maritim dengan India (Landas Kontinen), Thailand (Landas Kontinen), Malaysia (sebagian Laut Wilayah, Landas Kontinen), Singapura (sebagian Laut Wilayah), Vietnam (Landas Kontinen), Filipina (ZEE), Papua Nugini (ZEE, Landas Kontinen) dan Australia (ZEE, Landas Kontinen).

Beragam potensi maritim Indonesia, antara lain industri bioteknologi kelautan, perairan dalam (deep ocean water), wisata bahari, energi kelautan, mineral laut, pelayaran, pertahanan, serta industri maritim.

Menurut Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby Gafur Umar mengatakan potensi maritim Indonesia mencapai Rp9.300 triliun jika dikelola dengan tepat.

"Kawasan Indonesia yang didominasi dengan laut memang menjanjikan untuk dijadikan tulang punggung ekonomi Indonesia," ujarnya.

Versi organisasi pangan dunia (FAO), Indonesia menempati urutan ketiga dunia sebagai negara penghasil ikan setelah Cina dan India.

Khusus di Provinsi Papua, beragam potensi maritim itu belum digarap secara maksimal, karena minimnya sumber daya manusia, dan anggaran.

Sejauh ini, potensi perairan dalam, dan wisata bahari, serta industri maritim pun belum tergarap secara baik.

Potensi perikanan dalam di Laut Ara (sebelah selatan Provinsi Papua), dan Samudera Fasifik (sebelah utara Provinsi Papua), dan potensi wisata bahari di Pulau Brass.

Pulau Brass sebagai salah satu pulau terluar Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dibangun menjadi lokasi wisata bahari.

Pulau Brass terletak di kepulauan Mapia, sebelah utara Kabupaten Supiori. Kepulauan Mapia terdiri dari empat pulau yaitu Pulau Brass, Pulau Fanildo, Pulau Pegun, dan Pulau Faniroto.

Pulau Brass dan Fanildo berada paling luar dan berbatasan langsung dengan perairan Republik Palau (AS) di Samudera Pasifik. Dari keempat pulau tersebut, hanya Pulau Brass yang berpenduduk, itu pun sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) dan satu pleton Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgaspam) Marinir TNI AL.

Penduduk Pulau Brass bermata pencaharian sebagai petani kopra dan nelayan. Morfologi Pulau Brass berupa karang yang berbentuk setengah lingkaran. Terdapat celah masuk berupa laguna di barat. Arus bawah laut di sekitar pulau ini cukup kencang. Pada saat surut, perahu nelayan tak bisa mendarat. Pulau Brass dan Pulau Fanildo berjarak 120 mil laut dari Biak. Perjalanan laut dari Biak ke Pulau Brass memakan waktu kurang lebih 18 jam.

Pulau Brass terletak pada jalur pengembangan wisata bahari Menado-Ternate–Raja Ampat–Biak–Jayapura.

Dari segi geografis, pulau Brass menjanjikan potensi wisata alam, seperti rekreasi pantai dengan pemandangan alam yang eksotis dan olahraga air, seperti memancing, parasailing, surving, dan lainnya.

Untuk membangun potensi wisata di pulau Brass tentu memerlukan keikutsertaan penduduk setempat. Kehidupan penduduk pulau Brass sebagai nelayan bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Sedangkan potensi industri maritim, juga belum tergarap secara baik, seperti pelabuhan yang lengkap dan modern yang didukung sumber daya manusia (SDM) di bidang maritim yang berkualitas, dan kapal berkelas mulai untuk jasa pengangkutan manusia, barang, migas, kapal penangkap ikan sampai dengan armada TNI Angkatan Laut (AL).

Padahal, industri kelautan Indonesia sangat strategis, seiring dengan pergeseran pusat ekonomi dunia dari bagian Atlantik ke Asia-Pasifik. Hal ini terlihat 70 persen perdagangan dunia berlangsung di kawasan Asia-Pasifik. Secara detail 75 persen produk dan komoditas yang diperdagangkan dikirim melalui laut Indonesia dengan nilai sekitar 1.300 triliun dolar AS per tahun.

Potensi ini dimanfaatkan Singapura, dengan membangun pelabuhan pusat pemindahan (transhipment) kapal-kapal perdagangan dunia. Negara yang luasnya hanya 692.7 kilometer persegi, dengan penduduk 4,16 juta jiwa itu telah menjadi pusat jasa transportasi laut terbesar di dunia. Bahkan ekspor barang dan komoditas Indonesia 70 persen melalui Singapura.

Kendati demikian, pejabat terkait di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua optimistis, kedepan pemerintah akan memperhatikan beragam potensi maritim terbut.

Kini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Drs Frengky Wally, MM beserta jajarnnya berupaya menertibkan izin usaha perikanan tangkap di perairan Papua, sekaligus memperketat pengawasannya.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menertibkan izin usaha penangkapan ikan di laut dalam, dan  Provinsi Papua yang menyimpan potensi sumber daya laut dalam dan pesisir merupakan target fishinggroud (daerah penangkapan ikan) Nasional di wilayah pengelolaan perikanan 717Pasifik dan 718 Arafura dan Aru.

"Ya, kita apresiasi gebrakan ibu Susi yang memperhatikan izin penangkapan di Wilayah pengelolaan perikanan," ujar Frengky yang didampingi Kepala Seksi Perikanan Tangkap Agus Rahmawan SSTPi MSi.

Menurut dia, Laut Papua merupakan target penangkapan ikan secara Nasional oleh sebab itu perizinan perikanan kewenangan provinsi juga harus di tertibkan dan diharapkan bisa berkontribusi terhadap PAD Provinsi Papua,

"Kita di provinsi juga sedang croscek kembali izin-izin kapal di 12 mil," kata Frengky sembari memperjelas bahwa izin-izin tersebut meliputi SIUP, SIKPI, SIPI dan pengelolaan rumpon.

"Sampai saat ini masih ada izin yang berlaku, jika di perpanjang atau pengurusan baru, diteliti secara teknis dulu dan pelimpahanya akan diarahkan ke PTSP atau Perizinan Terpadu Satu Pintu," tambahnya.

Menurut laporan, kata Frengky, terdapat sejumlah kapal-kapal izin pusat beroperasi sampai di 12 mil (kewenangan provinsi dalam undang-undang) bahkan sampai di 4 mil, "Makanya laut Papua harus diawasi juga, kita punya pengawas perikanan dan PPNS yang harus berkoordinasi dengan Polairud, TNI AL untuk mengawasinya secara bersama-sama," tegasnya.

Selain itu, kedepan kewenangan Provinsi Papua akan lebih besar jika di undangkannya otonomi khusus (otsus) plus, karena dalam Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua, belum mengakomodir pengelolaan kelautan dan perikanan secara khusus di Laut Papua.

"Kita berharap dengan OTSUS plus kewenangan kita lebih luas, namun harus dibarengi infrastruktur perikanan yang memadai sehingga dapat mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera," harapnya. [Antara]

Ricky W Bolang Akan Dimintai Keterangan Terkait Korupsi Dana Bansos Mappi 2013

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Selasa, 18 November 2014 | pukul 12.03 WIT

Ricky W Bolang Akan Dimintai Keterangan Terkait Korupsi Dana Bansos Mappi 2013


Ricky W Bolang Akan Dimintai Keterangan Terkait Korupsi Dana Bansos Mappi 2013

Posted: 17 Nov 2014 10:44 PM PST

KOTA JAYAPURA - Gerak cepat terus dilakukan oleh pihak penyidik Polres Mappi Untuk mengungkap tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi dana bansos tahun 2013 senilai 7 Milyar, dimana saat ini Asisten III Setda Kabupaten Mappi, GK, telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kemungkinan keterlibatan beberapa orang lain itu masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Dan sementara ini masih mengarahkan kepada yang lain," ungkap Kapolres Mappi, AKBP. Jafar Z. Sadid kepada media ini ketika dihubungi melalui selular, Rabu (12/11).

Adapun secara keseluruhan dana bansos tahun 2013 untuk Pemkab Mappi adalah sebesar 36 Milyar, dimana saat initerungkap ada dana sekitar 7 Milyar yang belum dapat dipertanggung jawabkan, selain itu ada beberapa proposal yang dibuat secara fiktif.

"Peran Asisten III adalah sebagai Ketua Panitia anggaran, dalam waktu dekat Ricky W Bolang (Sekda-red) juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan, jadi siapa saja yang bertanggung jawab tetap akan kami periksa," tegas Kapolres.

Dalam penyidikan dugaan kasus korupsi dana bansos Pemkab Mappi tahun 2013 ini, pihak penyidik akan terus melakukan penyelidikan secara teliti, agart jangan sampai ada kesan membiarkan para pelaku bisa bebas dari jeratan hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

Sekali lagi saya tekankan bahwa kami penyidik tidak tebang pilih, hal ini untuk menghindari anggapan publik yang miring terhadap kami. Siapa pun yang terlibat akan kami periksa sebelum menentukan status hukumnya. Tidak ada yang lepas dari pemeriksaan, kalau terbukti tetap di proses," tutup Kapolres. [SuluhPapua]

Semua Pihak Diminta Mengawasi Penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Posted: 17 Nov 2014 08:26 PM PST

TIMIKA (MIMIKA) – Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Ausilius You, S.Pd.,MM mengajak semua pihak untuk mengawasi pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga mengakibatkan kelangkaan.

Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan Kepolisian Mimika untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang melakukan penimbunan BBM.

"Kami telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini. Pertemuan ini bertujuan mencari kenapa sampai kelangkaan BBM bisa seperti ini. Memang waktu pembahasan awal itu di dapati ada beberapa orang yang dengan sengaja melakukan penimbunan BBM, tetapi itu baru sekedar dugaan," ungkap You saat ditemui Salam Papua di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Jumat (14/11).

Kata You, sejauh ini pihaknya belum ada koordinasi dengan Polres Mimika terkait dengan dugaan ini. Pasalnya, hingga saat ini masih bisa ditangani oleh Satpol PP dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

"Ada anggapan di masyarakat bahwa Pertamina ini sepertinya sulit untuk diajak kompromi, tetapi anggapan tersebut itu sebenarnya salah karena kita selaku pemerintah daerah bisa saja penggil mereka untuk koordinasi," kata You.

Meski demikian, untuk pemanggilan itu kata You ada prosedur yang jelas terutama dari pemerintah harus lengkap dengan perankatnya dari Diskoperindag maupun dari pihak pertaminannya. Dalam pertemuan tersebut juga tidak diperkenankan perwakilan melainkan pimpinan yang harus hadir.

"Ini bukan masalah perorangan tetapi instansi, sehingga perlu kekompakan dan kebersamaan untuk memecahkannya agar masyarakat kita yang berada dibawah juga dapat melangsungkan hidup dengan baik." ujarnya. [SalamPapua]

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Kunjungi Areal PT Freeport

Posted: 17 Nov 2014 08:12 PM PST

TEMBAGAPURA (MIMIKA) – Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Oesman Sapta Oedang, Jumat (14/11) mengunjungi areal kerja PT Freeport Indonesia (PTFI). Kunjungan ini dilakukan sebelum melanjutkan agenda kegiatan sosialisasi terkait empat pilar kebangsaan di Jayapura.

 Dalam kunjungan ini rombongan Oesman melihat secara langsung area kerja PTFI, serta mendapatkan pemaparan dari pihak PTFI terkait pengoperasian pertambangan di Kabupaten Mimika.

"Sebetulnya ini perjalanan dalam rangka sosialisasi empa pilar kebangsaan di Jayapura, diundang Gubernur dan semua Bupati. Tapi dalam kesempatan ini karena jauh, dari Jakarta ke Papua, kenapa saya tidak mampir saja ke Timika melihat Freeport," jelas Oesman terkait kunjungannya, saat menyampaikan sambutan saat makan malam di Rimba Papua Hotel.

Menurutnya, mungkin dirinya orang pertama yang mendapat kesempatan dari presiden direktur (presdir) PTFI Rozik B Soetjipto untuk masuk mengunjungi areal kerja pertambangan PTFI.

"Setelah saya diberi kesempatan oleh presdir PTFI, bisa masuk ke semua tempat dan bisa lihat, dan mungkin selama ini orang pertama dari MPR yang datang ke PTFI adalah saya," katanya.

Dalam kunjungan ini, rombongan diberi kesempatan mengunjungi area kerja tambang terbuka Grasberg sekaligus mendapatakan pemaparan terkait area kerja tambang tersebut. Sebelum melakukan kunjungan ke area Grasberg, rombongan disampaikan pemaparan oleh Vice Presiden (VP) Geo Service PTFI, Wahyu Sunyoto, terkait pengoperasian PTFI di Indonesia hingga pada hasil-hasil pertambangan yang telah diperoleh PTFI selama menjalankan operasi pertambangannya di Indonesia.

Dalam kunjungan ini, Oesman ditemani sekjen MPR RI, Eddy Siregar dan anggota MPR RI dari fraksi Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding. Selanjutnya pada keesokan harinya, Sabtu (15/11), rombongan wakil MPR RI bertolak ke Jayapura guna melakukan kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan. [SalamPapua]
 
Support : Papua Untuk Semua | PUS | P-U-S
Copyright © 2013. Portal Kabupaten dan Kota | Papua Untuk Semua - All Rights Reserved
Template formatted by XegaVega Published by Batlax.com
Proudly powered by Blogger