Sukai Facebook Kami
Ikuti Twitter Kami

Artikel Aktual

Pemprov Papua Dapat 170 Formasi CPNS 2014 dari 800 Formasi Pengajuan

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Senin, 22 September 2014 | pukul 13.28 WIT

Pemprov Papua Dapat 170 Formasi CPNS 2014 dari 800 Formasi Pengajuan


Pemprov Papua Dapat 170 Formasi CPNS 2014 dari 800 Formasi Pengajuan

Posted: 22 Sep 2014 06:35 AM PDT

KOTA JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua hanya mendapat 170 formasi CPNS 2014 dari 800 formasi yang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Dari 800 formasi yang kami ajukan, yang disetujui hanya 170 formasi," kata Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Provinsi Papua Charles Kambuaya, di Jayapura, Senin.

Ia mengatakan, Pemprov Papua sempat ingin mengajukan penambahan kuota CPNS namun batal dilakukan karena sudah ada penegasan dari pejabat Kemenpan RB bahwa ruang penambahan kuota sudah tertutup.

Apalagi, Kemenpan RB menilai jumlah pegawai negeri di Pemprov Papua tergolong banyak, yakni tujuh ribu lebih.

"Kita di provinsi sudah tidak bisa minta tambahan karena Kemenpan RB sudah tahu di sini sudah kelebihan pegawai, jadi kalau kita mau minta tetap tidak diberi, tapi kalau kabupaten/Kota masih bisa," ujarnya.

Ketika ditanya apakah sebagian PNS di Pemprov Papua dialihkan ke pemerintah kabupaten/kota, Charles mengatakan, hal itu merupakan kewenangan gubernur.

"Itu tergantung kebijakan gubernur, jika ada kerja sama gubernur dengan bupati/walikota karena ada daerah yang memerlukan, baru bisa dilakukan," ujarnya.

Mengenai rekrutmen CPNS 2014 khusus putra-putri asli Papua, Charles mengatakan, hal itu langsung ditangani Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B).

UP4B merupakan lembaga yang dibentuk untuk mendukung koordinasi, memfasilitasi, dan mengendalikan pelaksanaan percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

UP4B dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2011, dan memiliki masa kerja sampai dengan 2014, dan berkedudukan di Jayapura, ibukota Provinsi Papua.

"Tim UP4B sempat datang ke BKD Papua untuk sosialisasi sekaligus menegaskan kriteria putra-putri asli Papua," ujarnya.

Dikatakannya, yang termasuk kategori putra-putri asli Papua yakni bapak-ibu orang Papua, atau bapak Papua ibu nonPapua.

"Kalau mama Papua tapi bapak nonPapua itu tunggu dulu, karena ini harus menunggu garis keturunan," ujarnya.

Hanya saja, kata Charles, pengalaman yang lalu kuota yang diberikan untuk Papua tidak bisa terpenuhi, karena sejumlah formasi sedikit peminatnya.

"Hal itu berkaitan dengan ketersediaan SDM, dan kualifikasi formasi yang diminta tidak tersedia," ujarnya. [Antara]

Partai Daerah dalam RUU Otsus Plus akan Dikaji

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Minggu, 21 September 2014 | pukul 13.14 WIT

Partai Daerah dalam RUU Otsus Plus akan Dikaji


Partai Daerah dalam RUU Otsus Plus akan Dikaji

Posted: 20 Sep 2014 09:27 PM PDT

JAKARTA - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan amanat presiden mengenai revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

"Amanat presidennya sudah diteken Presiden sebelum beliau berangkat ke Portugal," ujar Djohermansyah ketika dihubungi, Sabtu, 20 September 2014.

Menurut Djohermansyah, ada beberapa isu yang diusulkan dalam Rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua (Otsus) Plus ini. "Salah satunya ada permintaan dari Papua untuk merumuskan partai daerah," ujar Djohermansyah. Dia mengatakan permintaan tersebut sudah dirumuskan dalam beberapa pasal.

Djohermansyah mengatakan, dengan keluarnya amanat presiden itu, RUU tersebut siap dibahas di DPR. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, selain soal partai daerah, di dalam RUU Otsus Plus juga ada pengaturan penempatan pejabat, militer, dan kewenangan Gubernur Papua sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

Kewenangan itu di antaranya merangkai kerja sama dengan pihak lain di luar negeri serta mendapatkan dana langsung dari lembaga donor tanpa campur tangan pemerintah pusat. "Ada ratusan pasal," ujar Gamawan, kemarin.

RUU itu berisi 42 bab dan 149 pasal serta 50 bidang strategis. Sedangkan UU Otsus Papua hanya terdiri atas 24 bab dan 79 pasal. [Tempo]

Gubernur Papua Minta Bupati dan Wakil Bupati Selesaikan Konflik Mimika

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 13 September 2014 | pukul 13.14 WIT

Gubernur Papua Minta Bupati dan Wakil Bupati Selesaikan Konflik Mimika


Gubernur Papua Minta Bupati dan Wakil Bupati Selesaikan Konflik Mimika

Posted: 12 Sep 2014 11:39 PM PDT

TIMIKA (MIMIKA) – Masih menggantungnya kondisi keamanan di Kabupaten Mimika yang baru-baru ini terkena konflik antara masyarakat, membuat Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP., MH meminta Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE dan Wakil Bupati, Yohanis Bassang, SE., M.Si berkonsentrasi menyelesaikan semua masalah itu hingga tuntas.

"Saya berharap Mimika dibawa kepemimpinan yang baru, mereka dapat melihat sesungguhnya permasalahan dan persoalan yang terjadi. Bupati harus tuntaskan masalah agar benar-benar tuntas," ujar Gubernur Enembe baru-baru ini kepada wartawan di Graha Eme Neme Yauware.

Ditegaskan, kedua pemimpin Mimika ini harus bertindak tegas, sebab selama ini pembiaran terhadap aksi kejahatan dan kriminalitas terjadi tanpa henti.

"Saling bantai, saling bunuh, saling tikam yang terjadi selama bertahun-tahun disini. Kita seperti tidak berdaya," tuturnya.

Gubernur Enembe menegaskan, konflik yang terjadi di tanah Amungsa adalah konflik antar masyarakat akibat ekonomi dan sosial yang dapat diredam. Berbeda dengan konflik yang terjadi di wilayah Pegunungan Papua Tengah yang bersifat politis. Sehingga ia menganggap pembiaran ini sebagai ketidak berdayaan aparat dan pemerintah kabupaten.

"Padahal kalau mau jujur, sebagian besar mereka yang melakukan konflik internal dan perang suku ini semua tidak menggunakan senjata api, tapi hanya panah biasa saja yang mereka pakai. Lain dengan mereka (kelompok separatis-red) yang diatas. Mereka itu pegang senjata api," ucap Enembe.

Ditegaskan akar persoalan dari semua ini hanya dapat dicari dan dituntaskan oleh orang yang mengetahui kondisi Mimika secara menyeluruh, yaitu Bupati dan Wakil Bupati. Jadi, Enembe yakin hal itu dapat dituntaskan oleh Bupati Eltinus dan Wabup Bassang.

"Untuk itulah harus dicari akar persoalannya oleh bupati dan wakil bupati terpilih, sebab mereka berdua adalah orang lama di sini," tuturnya.

Ditegaskan penyelesaian konflik tersebut dapat diselesaikan dengan cara memasukkannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika. Sehingga menjadi prioritas yang dapat terlaksana.

"Penanganan persoalan bisa diselesaikan. Berangkat dari RPJMD mereka, kalau soal penanganan masuk dalam visi misi mereka, masuk dulu dalam RPJMD sehingga menjadi prioritas daerah. Setiap program visi misi harus dituangkan lewat RPJMD dan harus disiapkan," tuturnya.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE ditempat yang sama mengakui jika penuntasan konflik di kabupaten ini merupakan bagian dari visi dan misinya dalam memimpin Kabupaten Mimika, lima tahun ke depan.

 "Sesuai dengan visi misi kami yang sudah ada, aman damai dan sejahtera. Program pertama yang kami laksanakan adalah mengamankan wilayah ini dari perang adat yang belum selesai. Kedua adalah terkait pembunuhan kriminal yang baru-baru saja terjadi. Kami berdua akan langsung turun kepada keluarga-keluarga korban. Kami dekati dan kami harapkan tidak ada pembunuhan-pembunuhan lagi," ujar Bupati Omaleng.

Ia juga menuturkan, akan melakukan komunikasi persuasif kepada para kepala suku yang ada di Djayanti sehingga bara perang yang bisa saja timbul, dipadamkan dengan tuntas.

"Kemudian kami akan turun dan dekati kepala-kepala suku di Djayanti. Kepala Suku Dani, Suku Moni, Suku Damal dan Suku Amungme. Memang waktu itu pak Gubernur sudah turun dan selesaikan perang disana, tetapi perang itu masih diangkat (dilanjutkan-red) lagi. Untuk itu saya siap dekati dan amankan perang itu," ujarnya.

Ia menandaskan bahwa sebagai anak adat, ia mengetahui adanya potensi pecah perang suku di Kabupaten Mimika. Dirinya menyatakan, dalam agenda awalnya sebagai pemimpin Mimika, dirinya akan membersihkan konflik ini sehingga pemerintahannya dapat berjalan dengan baik.

"Selama ini perang masih ada, saya akan tetap damaikan sebab sesuai dengan visi misi saya ialah permbersihan dulu sehingga pemerintahan saya dapat berjalan dengan baik. Saya tidak mau ada kotoran. Dihadapan pak Gubernur saya mau bicara bahwa, dari dalam hati saya, saya tidak mau lagi ada kotor-kotor. Saya mau klir (bersihkan-red) dulu baru saya bisa jalan supaya pemerintahan saya bisa berjalan dengan lancar," tuturnya.

Bupati menandaskan, dirinya sepakat dengan adanya upaya aparat keamanan dalam menegakkan hukum secara menyeluruh selain juga penyelesaian secara adat.

"Saya setuju dengan penegakkan hukum, sebab kalau dibiarkan saja mereka akan melakukannya lagi. Data-data para pelaku jelas sudah ada ditangan keamanan. Untuk itu, mulai pemerintahan ini saya akan perintahkan keamanan untuk proses mereka sesuai dengan aturan yang ada," tandas Omaleng. [SalamPapua]

Kodam Cendrawasih Siap Bantu Polda Papua Tangkap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Posted: 12 Sep 2014 09:00 PM PDT

KOTA JAYAPURA - Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih siap membantu Polda Papua menegakkan  hukum dan menangkap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang seringkali mengganggu kenyamanan dan ketentraman hidup masyarakat di kawasan tertentu.

"Kami siap membantu Polda Papua tegakkan hukum dan tangkap KKB," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, seusai serah terima jabatan Kasdam XVII Cenderawasih di Jayapura, Jumat.

Jabatan Kasdam XVII Cenderawasih diserahterimakan dari Brigjen TNI Hinsa Siburian kepada Brigjen TNI Deliaman Thony Damanik.

Brigjen Hinsa  selanjutnya akan menjabat Komandan Pussenif sesuai Keputusan Panglima tertanggal 5 September 2014, sedangkan Brigjen Damanik sebelumnya menjabat sebagai salah satu direktur di Badan Intelijen Strategis (Bais).

Polda Papua sudah mengidentifikasi 40 orang anggota KKB yang selama ini melakukan berbagai aksi penembakan baik terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

Mayjen TNI Zebua mengatakan, lambat atau cepat KKB itu pasti akan ditangkap sehingga ada baiknya mereka  menyerahkan diri, dan kembali hidup damai bersama sanak keluarga di kampung halamannya.

"Bila mereka ingin menyerahkan diri maka kami akan menerima dengan tangan terbuka, sebaliknya bila tidak maka risiko ditanggung mereka," ujar Zebua.

Dia mengakui, sejak beberapa pekan terakhir ini  kondisi keamanan di pedalaman Papua seperti kawasan Lanny Jaya, relatif aman dan aktivitas sehari-hari berjalan lancar.

Berbeda dengan situasi sebelumnya, yang sering diwarnai insiden penembakan terhadap warga sipil maupun aparat TNI dan polri.

"Sementara ini, masyarakat di Lanny Jaya sudah dapat beraktivitas dengan normal bahkan arus lalu lintas dari Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya-Tiom, ibu kota Kabupaten Lanny Jaya cukup lancar," ujar Zebua.

Diduga, masyarakat semakin memahami dan banyak yang sudah tidak terpengaruh oleh ajakan kelompok kriminal bersenjata itu.

"Bahkan mereka (warga) berani melawan saat anggota KSB seperti yang terjadi pada perayaan 17 Agustus lalu di Tiom," ujarnya. [Antara]

Keluarga Korea Waker Damai dengan Keluarga Korban Pembunuhan

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014 | pukul 13.27 WIT

Keluarga Korea Waker Damai dengan Keluarga Korban Pembunuhan


Keluarga Korea Waker Damai dengan Keluarga Korban Pembunuhan

Posted: 22 Aug 2014 07:22 PM PDT

TIMIKA (MIMIKA) - Para tokoh masyarakat bersama keluarga korban Korea Waker, Yoris Timang dan Otto Asso yang disebut pihak pertama membuat kesepakatan damai dengan pihak keluarga korban Mansur, Muh. Agung Kelkulat, Indra, Arfi Duran, Markus Naraha, Melfin Lalaar serta korban luka-luka antara lain Saiful Anwar, Sarno dam Ardi Armando yang disebut pihak kedua.

Kesepakatan damai ini dilaksanakan di Pendopo Negara, Kamis (21/08/2014) difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, disaksikan Bupati Mimika, Ausilius You, SPd, MM, Danrem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Supartodi, Dandim1710Mimika, Letkol Inf Raffles Manurung SIP, Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini, SIK, perwakilan dari DPRD Mimika serta tim dari Polda Papua. Hadir dalam kegiatan ini, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, keluarga korban, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta beberapa perwakilan masyarakat.

Dalam kesepakatan damai tersebut, pihak pertama dan pihak kedua sepakat untuk mengakhiri pertikaian di Kabupaten Mimika yang terjadi sejak Senin, (11/8) yang mengakibatkan korban jiwa dan korban luka pada kedua belah pihak. Kedua belah pihak juga sepakat, bila sejak ditandatanganinya kesepakatan ini, masih ada yang melakukan tindakan melawan hukum dengan melakukan penganiayaan dan pembunuhan maka akan diambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk menyerahkan permasalahan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan korban luka kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Apabila dikemudian hari masih terjadi konflik, maka pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.

Pihak pertama yang menandatagani kesepakatan ini adalah, Ganditer Waker, Melki Timang dan Julian Asso. Sedangkan pihak kedua yang menandatangani kesepakatan ini yakni Samsudin, Ramli Boiratan, Muh. Amin Gusra, Yulita Kaidel dan Karel Waung Wotuk.

Bupati Mimika, Ausilius You, dalam kesempatan itu meminta kepada seluruh pihak agar mematuhi kesepakatatan yang telah dibuat. Bupati berharap setelah ini tidak ada lagi konflik dan masyarakat kembali hidup damai. Bupati juga meminta kepada semua tokoh yang hadir agar menyampaikan kesepakatan damai ini kepada seluruh masyarakat yang belum mengetahui hal ini.

Selain itu, Bupati meminta kepada para ketua kerukunan dan tokoh masyarakat tetap menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kesepakatan damai ini harus ditindaklanjuti secara maksimal agar masyarakat selalu hidup bersaudara dan tetap menjaga kekeluargaan.

Danrem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Supartodi meminta kepada semua pihak agar tetap menjaga persaudaraan serta bersatu untuk membangun Mimika demi kejayaan seluruh masyarakat. Masyarakat Mimika memang hidup dalam berbagai perbedaan, namun perbedaan harus menjadi momentum untuk bersatu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

"Marti kita hidup bersama-sama, saling bergandengan tangan serta bahu membahu untuk menciptakan hidup secara damai guna meningkatkan kesejahteraan. Kesepakatan ini harus dipedomani dengan penuh rasa tanggung jawab. Hidup ini hanya sementara sehingga harus tetap menjaga perdamaian," kata Danrem.

Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini, SIK mengatakan konflik di Mimika harus segera diakhiri. Tugas Polri adalah menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat. Namun Kapolres mengakui ada keterbatasan dari polisi dalam mencegah terjadinya konflik di Mimika. Hal ini terjadi karena jumlah aparat kepolisian tidak sebanding dengan jumlah masyarakat.

"Kita harapkan semua pihak menjaga situasi ini agar tetap kondusif. Kepolisian akan terus mengusut para pelaku pembunuhan dan ditindak sesuiai hukum yang berlaku," tegas Kapolres.

Acara kesepakatan damai ini ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan damai dari pihak pertama dan pihak kedua. Setelah itu dilanjutkan dengan foto bersama antara tokoh masyarakat, keluarga korban dengan Bupati Mimika, Ausilius You dan unsur Muspida serta Muspida plus. [HarianPapua]

5 Orang Jadi Korban Pembunuhan di Timika

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Rabu, 13 Agustus 2014 | pukul 13.44 WIT

5 Orang Jadi Korban Pembunuhan di Timika


5 Orang Jadi Korban Pembunuhan di Timika

Posted: 13 Aug 2014 09:47 AM PDT

TIMIKA (MIMIKA) - Lima orang korban pembunuhan oleh sekelompok warga pascapenganiayaan Kepala Suku Dani, Korea Waker, siang tadi sudah dimakamkan pihak keluarga.

Pascapenguburan almarhum Muhammad Agung, salah satu korban penganiayaan oleh kelompok warga yang diduga Suku dari Pegunugan Tengah, sekelompok orang bersenjatakan busur panah, parang dan tombak menyerang kompleks pemukiman warga di sekitar kawasan Gorong-gorong hingga Jalan Sosial Kelurahan Kwamki Baru, Rabu (13/08/2014).

Aparat gabungan Polres Mimika, Brimob Detasemen A dan B Polda Papua, dibantu TNI tampak berkali-kali melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kelompok massa penyerang.

Buntut dari penyerangan itu, satu warga Jalur 3 Kampung Timika Jaya-SP2 dilaporkan meninggal dunia dan korban lainnya seorang tukang ojek dilaporkan meninggal dunia di Jalan Ale-Ale Kampung Karang Senang-SP3.

Sementara itu, satu keluarga yang bermukim di Gorong-gorong Timika meminta perlindungan ke Polsek Mimika Baru. Mereka dievakuasi ke Polsek Mimika Baru dengan menggunakan sebuah mobil ambulans. Korban luka bertambah satu orang yakni Linus Waitapo yang terkena panah pada bagian kakinya.

Hingga Rabu petang, aparat gabungan Polri dan TNI terus melakukan patroli ke semua titik yang dianggap rawan di Kota Timika dan sekitarnya.

"Patroli gabungan akan kami tingkatkan mobilitasnya termasuk penempatan personel di titik-titik yang ditentukan sampai situasi benar-benar pulih dan terkendali," kata Wakapolda Papua Brigjen Polisi Paulus Waterpauw.

Untuk meredam aksi balasan dari keluarga korban, Paulus Waterpauw bersama jajaran Muspida Mimika menemui para kepala suku dan tokoh masyarakat di Timika.

Pihak kepolisian merencanakan untuk mengumpulkan para tokoh dari berbagai suku di Kota Timika untuk melakukan rekonsiliasi atas berbagai kasus pembunuhan yang terjadi sejak meninggalnya almarhum Korea Waker. [Antara]

Sekilas Tentang Kepulauan Wayag, Icon Raja Ampat

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 02 Agustus 2014 | pukul 13.27 WIT

Sekilas Tentang Kepulauan Wayag, Icon Raja Ampat


Sekilas Tentang Kepulauan Wayag, Icon Raja Ampat

Posted: 02 Aug 2014 08:43 AM PDT

JAKATA - Papua Barat terkenal akan wisata bahari. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Raja Ampat. Bahkan Raja Ampat lebih dulu dikenal di kalangan wisatawan mancanegara dan merupakan tempat wisata idaman mereka. Letak Kabupaten Raja Ampat terpencil. Namun, kawasan ini menyimpan sejuta keindahan alam, terutama bawah lautnya.

Bahkan, wisata bahari Raja Ampat dikenal turis mancanegara sebagai salah satu dari sepuluh tempat menyelam terbaik di dunia. Keindahan alam ini jelas menjadi andalah Kabupaten Raja Ampat, yang mampu menembus persaingan dunia pariwisata internasional. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya Pulau Misool, Salawati, Batanta, Waigeo termasuk pulau besar dan hanya 35 pulau yang berpenghuni.

Bahkan, konon hanya 400 pulau yang baru dieksplorasi. Selebihnya, pulau-pulau itu masih perawan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Raja Ampat adalah bulan Agustus hingga Februari. Saat itu cuaca di sana sangat bagus dan angin tidak terlalu kencang.

Sinyal HP masih agak susah di Raja Ampat karena memang kepulauan yang luas di Raja Ampat sehingga banyak sekali blank spot, di antara banyak operator selular yang masih lumayan ada sinyal adalah Telkomsel.

Di antara semua Pulau di Raja Ampat yang paling terkenal dan menjadi ikon di Raja Ampat adalah Kepulauan Wayag. Ya kumpulan bukit dan gunung karst yang berada di tengah laut inilah yang menjadi ikon Raja Ampat. Karena keindahannya dan hanya ada di Raja Ampat tidak salah jika Wayag menjadi destinasi utama para wisatawan untuk pergi ke Raja Ampat.

Menuju Raja Ampat
Untuk menuju Raja Ampat, kita harus melalui Sorong di Papua Barat. Sampai saat ini penerbangan langsung ke Raja Ampat memang belum ada karena bandara di sana sedang dalam proses pembangunan. Jika ingin mengunjungi Raja Ampat, rajin-rajinlah membuka website maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta–Sorong, seperti Wings Air, dan Express Air.
Kepulauan Wayag di Raja Ampat

Sebaiknya hindari musim libur jika ingin berkunjung ke sana. Harga tiket promo penerbangan sekitar Rp 3.000.000 sekali jalan. Dan, saat musim liburan, tiket pulang pergi Jakarta – Sorong bisa mencapai Rp 5.000.000 hingga Rp 6.000.000.
Setelah tiba di Bandara Eduard Sorong, kita harus berjalan sedikit keluar bandara. Tidak jauh dari bandara, kita akan menjumpai jalan besar menuju Sorong dan pelabuhan. Dari sana carilah angkutan kota berwarna kuning yang menuju Pelabuhan Sorong. Atau, jika ragu, bertanyalah kepada sopir apakah angkutan tersebut menuju pelabuhan. Ongkosnya sekitar Rp 3.000, tetapi turis umumnya dikenakan tarif Rp 5.000.

Sesampainya di Pelabuhan Sorong, kita bisa naik feri cepat ke kota Waisai, Raja Ampat. Harga tiketnya Rp 150.000 per orang. Alternatif lainnya adalah naik speedboat dan kapal rakyat dengan ongkos Rp 120.000 per orang. Waktu tempuh kedua kapal ini sekitar 2 jam. Umumnya feri cepat berangkat pukul 12.00 dan 13.00. Sedangkan kapal rakyat berangkat pukul 14.00. Jadi agar tiba di Sorong sebelum pukul 12.00, kita harus mengambil  penerbangan pertama ke Sorong.

Agar perjalanan tidak menguras biaya, kita sebaiknya pergi berombongan, minimal 8 orang. Dengan begitu biaya sewa kapal akan menjadi lebih murah. Di sini kita tidak membutuhkan sewa mobil, tetapi sewa kapal yang cukup mahal. sewa kapal bermotor mahal di Papua ini dikarenakan langkanya pasokan harga BBM dan kadang harganya selalu berubah.

Ada 2 jenis kapal yang digunakan untuk berkeliling di kepulauan Raja Ampat, kapal nelayan bermotor dan speedboat. Sewa kapal nelayan bermotor yang berkapasitas 2 hingga 3 orang sebesar Rp 1.300.000 hingga Rp 1.500.000 per hari. Tarif kapal speedboat yang berkapasitas 8 hingga 10 orang sebesar Rp 3.500.000 hingga Rp 4.000.000 per hari (sudah termasuk bahan bakar). Tarif sewa kapal ini bergantung harga bahan bakar saat itu di Waisai.
Foto bersama di kepulauan Wayag di Raja Ampat

Biaya ke Raja Ampat ini memang cukup mahal. Bujet yang harus disiapkan sekitar Rp 8.000.000 hingga Rp 12.000.000 per orang. Ingatlah bahwa di Papua semua serba mahal. Jadi jika salah perhitungan dan bujet yang dibawa kurang, kita tentu akan kesulitan selama di sana.

Di Waisai sarana transportasi, akomodasi, dan sebagainya sangat tidak memadahi dan cenderung mahal. Kita pun harus pintar-pintar menawar dan aktif bertanya. Kecenderungan untuk tertipu dan mendapat harga mahal sangatlah besar.

Tempat Makan
Pilihan kuliner di Raja Ampat tidak banyak. Raja Ampat terkenal akan seafood-nya. Namun, warung makan padang dan coto makassar juga bisa kita jumpai, meskipun harganya bisa dua kali Jakarta. Makan mewah memang tersedia di resor-resor, tetapi harganya sangat mahal dan tidak disarankan.

Salah satu makanan khas Papua adalah sagu dan ulat sagu bakar. Favorit saya adalah ulat sagu bakar. Ulat sagu yang diambil dari pohon sagu dibakar matang. Rasanya sangat gurih dan renyah. Selain itu juga ada juga sup kepompong dan bika (kerang) yang berukuran sangat besar. Sayangnya, makanan khas ini tidak diperjualbelikan secara umum. Kita bisa mencicipinya saat festival budaya berlangsung.

Pulau Wayag
Wayag adalah Ikon Raja Ampat, yang datang ke Raja Ampat haruslah mengunjungi destinasi ini. Wayag merupakan pulau terjauh dari Raja Ampat. Oleh karena itu, untuk tiba di tempat ini, diperlukan enam hingga tujuh jam perjalanan dengan speedboat dan harus berangkat pada malam atau subuh. Atau kalau kita ingin mendapatkan banyak momen sebaiknya kita menginap di sekitar area Wayag, ada International Conservation di sini. Kita bisa meminta tolong bantuan mereka untuk mengantar kita berkeliling dan menaiki puncak bukit karst di Wayag.

Pulau berbukit ini berpasir putih dan dikelilingi pulau-pulau kecil lainnya. Untuk mendapatkan foto atau pemandangan yang indah, kita harus menuju puncak bukit yang bisa ditempuh selama satu hingga 2 jam mendaki di karang keras. Dari puncak bukit ini, kita bisa melihat seluruh pemandangan Raja Ampat.
Kepulauan Wayag di Raja Ampat

Perlu diingat untuk menaiki bukit karang dan karst di Wayag sebaiknya memakai sepatu, atau minimal sendal gunung yang ada tali belakangnya. Pasalnya, karst di sini sangat tajam dan berbahaya, selain itu bawalah barang seperlunya saja, jika tidak mampu membawa sebaiknya meminta tolong kru kapal atau guide untuk bisa membawakan barang kita.
Tips memotret di Raja Ampat
1. Alam yang indah di Raja Ampat semua orang bisa memotret bagus, memakai Smartphone saja hasilnya sudah sangat bagus. Yang perlu diperhatikan di sini adalah sebaiknya kita membawa memory card cadangan dan baterai, karena akses listrik yang susah kita akan kesulitan men-charge kamera.

2. Bawalah lensa range 7 mm sampai 12mm untuk memotret landscape karena Raja Ampat merupakan surganya landscape. Lensa wide wajib dibawa di sini.

3. Bawalah tripod karena kita akan banyak menemukan sunrise dan sunset bagus di sini.

Pastor John Djonga Nilai KKR Benny Hinn Lecehkan Hamba Tuhan

Posted: 02 Aug 2014 07:34 AM PDT

KOTA JAYAPURA - Pastor John Djonga, Pegiat HAM sekaligus hamba Tuhan di Tanah Papua, menilai Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilakukan di Papua beberapa waktu terakhir dengan mendatangkan pengkhotbah dari luar merupakan pelecehan terhadap keberadaan hamba Tuhan lainnya di Tanah Papua.

"KKR seperti ini akan berdampak pada kami, hamba Tuhan yang menjalankan misi Tuhan di Tanah Papua," ungkap Pastor John Djonga kepada tabloidjubi.com melalui seluler, Rabu (30/07/2014).

Kalau hanya untuk sekadar KKR dan mendatangkan pengkhotbah dari  luar, kata John Djonga, itu sama saja dengan pelecehan terhadap tugas dan kerja-kerja dirinya dan sesama hamba Tuhan di Tanah Papua.

Pastor John Djonga  juga menilai, kondisi seperti ini juga akan membuat umat tidak lagi menghargai hamba Tuhan yang melayani  jemaatnya.

Hal lain yang juga disinggung Pastor John adalah penggunaan dana hingga miliaran rupiah dalam pelaksanaan KKR tersebut.

"Ini pemborosan menurut saya. Sebab, dengan dana sedemikian banyak seharusnya dapat digunakan untuk hal yang lebih riil di tengah umat. Misalnya untuk  pembangunan gedung gereja di pelosok tanah Papua yang memprihatinkan," kata penerima Penghargaan Yap Thian Hiem 2009 itu.

Pastor John menilai, uang dalam jumlah banyak itu juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaat di daerah terpencil yang butuh pendidikan dan kesehatan yang dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga milik gereja.

Seperti dirilis tabloidjubi.com sebelumnya, sejumlah tokoh dan aktivis Papua menuding Benny Hinn, seorang pastor dari Amerika Serikat yang baru -baru ini menggelar KKR dan pengobatan massal lewat acara bertajuk  "Transformasi Papua", di Sentani, Kabupaten Jayapura, hanyalah  mencari keuntungan atas penderitaan orang Papua.

"Nabi palsu yang menari-nari di atas penderitaan dan tanggisan rakyat Papua,"tulis Steven Itlay, aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam akun Facebooknya, (25/07/2014).

Menurutnya, tarian Benny Hinn itu bagian dari bisnis, bukan pewartaan kebenaran dan keselamatan. Benny Hinn hanyalah hamba yangmenjadikan Firman sebagai Bisnis. [TabloidJubi]

Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Minggu, 08 Juni 2014 | pukul 13.31 WIT

Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura


Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura

Posted: 07 Jun 2014 10:18 AM PDT

JAKARTA - Wakil Presiden RI Boediono memberikan penghargaan Adipura tahun 2014 kepada beberapa Kepala Daerah Tingkat II (Bupati/Walikota) yang mampu berkontribusi signifikan terhadap kelestarian lingkungan hidup. 4 kabupaten di Papua, di antaranya yang menerima penghargaan Adipura tersebut.

4 Kepala Daerah Tingkat II di Propinsi Papua & Papua Barat, yaitu Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari menerima langsung penghargaan Adipura tersebut di Kompleks Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (05/06/2014)

Tercatat, Adipura merupakan salah satu program prioritas dalam pengendalian pencemaran dari kegiatan domestik dan penghargaan bagi Kota/Kabupaten yang berkomitmen mewujudkankota bersih dan hijau.

Salah seorang Kepala Daerah Tingkat II yang mendapat penghargaan Adipura tersebut adalah Drs Muhammad Uswanas, Ms, yang menjabat Bupati Fak-Fak sejak memenangkan Pemilukada Fakfak tahun 2010 bersama wakilnya Donatus Nimbitikendik. Kabupaten Fak-Fak mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk terus berkembang.

"Penghargaan Adipura kali ini menunjukkan komitmen kuat melestarikan lingkungan hidup. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kinerja di bidang-bidang lainnya," ujar Muhammad Uswanas.

Untuk bidang pariwisata, Kabupaten Fak Fak memiliki beberapa situs budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi peningkatan pembangunan di bidang pariwisata. Beberapa pusat wisata baik ekoturisme keindahan laut, peninggalan prasejarah dan keindahan alam hutan.

"Potensi alam tersebut dapat menjadi daya tarik bagi para investor untuk mengembangkan sektor pariwisata sehingga diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Fak-Fak," papar Uswanas, yang pernah menjadi dosen luar biasa di Akademik Teknik Jayapura, karyawan Sucofindo, anggota DPRD Provinsi Irian Jaya dan masih menjabat Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Fak-Fak 2010-2015. [Inilah]
 
Support : Papua Untuk Semua | PUS | P-U-S
Copyright © 2013. Portal Kabupaten dan Kota | Papua Untuk Semua - All Rights Reserved
Template formatted by XegaVega Published by Batlax.com
Proudly powered by Blogger